Wednesday, March 9, 2022

TUGAS METEDOLOGI PENELITIAN PENGARUH PEMBELAJARAN ONLINE TERHADAP PRESTASI BELAJAR KIMIA DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL SISWA

 dapatkan file MS WORD dengan klik DISINI

BAB I

PENDAHULUAN

 

 

1.1         Latar Belakang

Pemerintah melalui Departemen Pendidikan Nasional telah berusaha untuk meningkatka pendidikan Kimia, namun hasilnya belum seperti yang diharapkan. Hasil-hasil belajar yang diperlihatkan siswa dalam berbagai kesempatan menunjukkan hal itu. Rata-rata nasional NEM untuk Kimia sejak beberapa tahun yang lalu rendah. Dan sampai saat ini siswa menganggap mata pelajaran Kimia tergolong mata pelajaran yang sulit.

Penyebab prestasi Kimia rendah menurut Marpaung (2004) yang pertama dan terutama adalah pada pembelajaran Kimia itu sendiri. Pembelajaran Kimia di sekolah pada umumnya masih bersifat menjejalkan pengetahuan ke pikiran anak. Guru-guru cenderung memindahkan pengetahuan yang dia miliki ke pikiran anak dengan bermacam-macam cara : (1) memberi tahu, (2) mengajari, (3) melatih seperti men-drill untuk menyelesaikan soal, (4) menanyakan fakta-fakta, (5) mementingkan hasil daripada proses, (6) memuji anak kalau dia bisa menjawab dengan betul dan memarahi dengan berbagai cara kalau dia menjawab salah, (7) mengajarkan materi secara urut halaman per halaman tanpa membahas keterkaitan antara konsep-konsep atau masalah.

Disamping faktor-faktor diatas, penyebab rendahnya prestasi belajar Kimia juga dipengaruhi faktor intern dan faktor ekstern siswa. Faktor internal meliputi : bakat, minat, kecerdasan motivasi. kemampuan awal, dan sebagainya. Sedangkan factor eksternal meliputi : faktor keluarga, sekolah, cara guru mengajar (metode pembelajaran), lingkungan masyarakat, dan sebagainya.

Pembelajaran yang berlangsung di sekolah merupakan proses interaksi antara guru siswa, kurikulum, sarana pembelajaran termasuk media pembelajaran, dan komponen lain yan berpengaruh pada pada proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yan diharapkan. Dalam mencapai tujuan pembelajaran yang salah satu komponen pembelajaran yang penting adalah metodologi pembelajaran.

Nana Sudjana & Ahmad Rivai (2002 : 1) menyatakan bahwa metodologi pembelajaran adalah suatu teknik yang digunakan guru dalam interaksinya dengan siswa agar baha pembelajaran sampai kepada siswa, sehingga siswa menguasai tujuan pembelajaran. Salah satu unsur penting dalam metode pembelajaran adalah penggunaan media pembelajaran yang tepat dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Penggunaan media pembelajaran yang tepat dapat lebih menarik perhatian siswa, dan dapat menumbuhkan motivasi belajar, sehingga bahan belajar yang diterima akan lebih jelas dan bermakna, yang akhirnya diharapkan dapat mempertingg prestasi prestasi belajar yang dicapai.

Azhar Arsyad (2006:10) mengemukakan bahwa sesuai dengan kerucut Pengalaman Edgar Daie, hasil belajar seseorang diperoleh mulai dari pengalaman langsung (kongkret) berup berbagai kenyataan yang ada di lingkungan kehidupan seseorang kemudian melalui benda tiruan, dramatisasi, demontrasi, karyawisata, pameran, televisi, gambar hidup, gambar diam dan rekaman video, lambang visual, sampai kepada lambang verbal atau abstrak berupa kata-kata. Jadi medi pembelajaran sangat penting dalam kegiatan belajar guna memperoleh hasil belajar yang lebih meningkat. Mengingat pentingnya media dalam pembelajaran, maka pengelolaanya harus baik agar dapat memberi kontribusi positif terhadap tujuan pembelajaran.

Kimia di sekolah berfungsi mengembangkan kemampuan menghitung mengukur menurunkan dan menggunakan rumus kimia yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari diantaranya melalui materi koloid yang sangat berfungsi untuk kehidupan manusia. Kimia juga berfungsi mengembangkan kemampuan mengkomunikasikan gagasan dengan bahasa melalu model kimia yang dapat berupa kalimat dan persamaan kimia, diagram, grafik atau tabel (Depdiknas, 2005 : 26).

Kemampuan awal menurut Winkel (1996 : 134) merupakan kemampuan yang diperlukan oleh seorang siswa untuk mencapai tujuan instruksional. Kemampuan awal yang dimiliki siswa berbeda satu dengan yang lainnya. Kemampuan awal siswa dapat berpengaruh terhadap suatu proses belajar mengajar di dalam kelas, misalnya taraf intelegensi, daya kreativitas, kadar motivasi belajar, tahap perkembangan, kemampuan berbahasa, sikap terhadap tugas, kebiasaan dalam cara belajar, kecepatan belajar dan kondisi fisik.

Peran guru masih sangat dominan. Guru menyusun program pembelajaran, siswa tinggal menerima rancangan pembelajaran dan informasi yang diberikan oleh guru. Guru menyampaikan materi pelajaran menggunakan media konvensional yaitu buku cetak, LKS, dan papan tulis Dalam pembelajaran belum didukung dengan media pembelajaran yang mudah dilihat dan menarik perhatian siswa. Hal demikian menjadikan siswa bosan kurang motivasi, kelas menjadi pasif, dan minat belajar siswa pada mata pelajaran kimia menurun, yang pada akhirnya prestasi belajar kimia menjadi rendah. Disamping itu juga sumber daya manusia di Purwantoro juga rendah sehingga kemampuan awal siswa juga relatif rendah sehingga juga akan mempengaruhi prestasi belajar kimia.

 

1.2         Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah, identifikasi masalah dan pembatasamasalah, maka dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut:

1.             Adakah perbedaan pengaruh antara penggunaan pembelajaran Online dan media LKS terhadap prestasi belajar kimia siswa?

2.             Adakah perbedaan pengaruh antara kemampuan awal tinggi dan kemampuan awal rendah terhadap prestasi belajar kimia siswa?

 

1.3         Tujuan Penelitian

Ada dua tujuan dari penelitian ini yaitu khusus dan umum. Tujuan khusus dari penelitian ini adalah untuk mengetahui:

1.             Perbedaan pengaruh antara penggunaan pembelajaran Online dan media LKS terhadap prestasi belajar kimia siswa.

2.             Perbedaan pengaruh antara kemampuan awal tinggi dan kemampuan awal rendah terhadap prestasi belajar kimia siswa.

Sedangkan tujuan penelitian ini secara umum adalah untuk meningkatkanprestasi belajar kimia siswa melalui pembelajaran Online dengan menyertakan tingkat kemampuan awal siswa.

 

1.4         Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini ada dua, yaitu manfaat teoritis dan praktis.

1.             Manfaat Teoritis

Secara teoritis penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pengetahuan dalam penggunaan pembelajaran Online pada pembelajaran kimia di SMA. Harapan lainnya adalah agar para pengajar kimia di SMA dapat mengkaji kekurangan dan kelebihan dari pembelajaran Online dibandingkan dengan pembelajaran menggunakan media LKS.

2.             Manfaat Praktis

a.         Bagi guru

1)        Dengan dilaksanakannya penelitian ini, guru dapat mengetahui pembelajaran yang bervariasi, efektif, dan efisien, sehingga dapat memperbaiki sistem pembelajaran di kelas.

2)        Guru akan terbiasa melakukan penelitian kecil yang tentunva akan sangat bermanfaat bagi perbaikan pembelajaran, maupun bagi pengembangan karier guru itu sendiri.

b.        Bagi siswa

1)        Memberi suasana belajar yang, menyenangkan.

2)        Siswa ikut berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.

3)        Siswa diberi kesempatan untuk mengembangkan penalaran sehingga akan meningkatkan  pemahaman mereka.

4)        Siswa berani mengemukakan pendapat sehingga meningkatkan rasa percaya diri mereka.

5)        Prestasi belajar kimia, siswa dapat lebih meningkat.

 

 

 


 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

 

 

2.1         Kajian Teori

2.1.1   Pengertian Kimia

Kimia merupakan ilmu yang termasuk rumpun IPA, oleh karenanya kimia mempunyai karakteristik sama dengan IPA. Karakteristik tersebut adalah objek ilmu kimia, cara memperoleh, serta kegunaannya. Kimia merupakan ilmu yang pada awalnya diperoleh dan dikembangkan berdasarkan percobaan (induktif) namun pada perkembangan selanjutnya kimia juga diperoleh dan dikembangkan berdasarkan teori (deduktif). Kimia adalah ilmu yang mencari jawaban atas pertanyaan apa, mengapa, dan bagaimana gejala-gejala alam yang berkaitan dengan komposisi, struktur dan sifat, perubahan, dinamika, dan energetika zat. Oleh sebab itu, mata pelajaran kimia di SMA/MA mempelajari segala sesuatu tentang zat yang meliputi komposisi, struktur dan sifat, perubahan, dinamika, dan energetika zat yang melibatkan keterampilan dan penalaran. Ada dua hal yang berkaitan dengan kimia yang tidak terpisahkan, yaitu kimia sebagai produk (pengetahuan kimia yang berupa fakta, konsep, prinsip, hukum, dan teori) temuan ilmuwan dan kimia sebagai proses (kerja ilmiah). Oleh sebab itu, pembelajaran kimia dan penilaian hasil belajar kimia harus memperhatikan karakteristik ilmu kimia sebagai proses dan produk.

Berdasarkan etimologi, perkataan kimia berarti ilmu pengetahuan yang diperoleh dengan bernalar dan penerapan (Depdiknas, 2005 : 8). Menurut Jujus S. Suriasumantri (1996 : 208), kimia merupakan bahasa artifisial yang dikembangkan untuk menjawab kekurangan bahasa verbal yang bersifat alamiah. Untuk itu, maka diperlukan usaha tertentu untuk menguasai kimia dalam bentuk kegiatan belajar. Jurang antara mereka yang belajar dan mereka yang tidak (enggan) belajar ternyata makin lama makin melebar. Kimia makin lama makin bersifat abstrak dan esoterik yang makin jauh dari tangkapan orang, awam, magis dan misterius.

2.1.2   Pengertian Prestasi Belajar

Belajar merupakan kegiatan bagi setiap orang. pengetahuan, ketrampilan, kebiasaan, kegemaran, dan sikap seseorang terbentuk, dimodifikasi dan berkembang disebabkan belajar. Dengan demikian seseorang dikatakan belajar bila dapat diasumsikan dalam diri orang itu menjadi satu proses kegiatan yang mengakibatkan suatu perubahan tingkah laku.

Budiyono (2007 : 7) mengemukakan bahwa belajar merupakan proses mengasimilasi dan menghubungkan pengalaman atau bahan yang dipelajari dengan pengertian yang sudah dipunyai seseorang (dalam hal ini adalah siswa) sehingga pengertiannya itu dapat dikembangkan.

Prestasi merupakan penampakan keberhasilan seseorang dalam mencapai tujuan dengan unggul dan excellent. prestasi belajar merupakan interaksi antara kemampuan /dan pengetahuan, motivasi, dan tugas. Atau dapat dikatakan bahwa untuk mencapai prestasi dibutuhkan kemampuan dan dorongan untuk melaksanakan tugas.

 Prestasi belajar kimia dalam penelitian ini adalah penguasaan kemampuan intelektual siswa yang meliputi belajar : (1) perbedaan konsep, (2) ketrampilan memperkirakan, (3) ketrampilan menggunakan rumus, kaidah, prinsip dan konsep pada standar kompetensi kimia setelah siswa mengikuti pembelajaran kimia.

2.1.3   Kemampuan Awal Siswa

Di dalam suatu kegiatan pembelajaran, kadang-kadang seorang guru merasakan bahwa di suatu kelas tertentu mudah mengarahkan siswa untuk dikuasai oleh sekelompok siswa sebelum memulai suatupembelajaran yang baru. Dinyatakan pula bahwa dalam penelitiannya menunjukkan sebagian besar prediksinya yang berhasil dalam situasi pembelajaran adalah faktoro sejauh mana kemampuan awal siswa perlu diperhatikan.

Hamzah B. Uno (2006 : 159) menyatakan bahwa kemampuan awal amat penting dalam peranannya dalam meningkatkan kebermaknaan pembelajaran, yang selanjutnya membaw dampak dalam memudahkan proses internal yang berlangsung dalam diri siswa ketika belajar.

2.1.4   Online Learning

Online Learning (pembelajaran secara langsung ) menurut Michael Molinda (2005 : 182) dapa didefinisikan sebagai upaya menghubungkan pembelajar (peserta didik) dengan sumber belajarnya (database, pakar/instruktur, perpustakaan) yang secara fisik terpisah atau bahkan berjauhan namun dapat saling berkomunikasi, berinteraksi atau berkolaborasi secara (secara langsung/synchronous dan secara tida langsung/asynchronous). Online merupakan bentuk pembelajaran/pelatihan jara jauh yang memanfaatkan teknologi telekomunikasi dan informasi , misalny internet, video/audiobroadcasting, video/audioconferencing, CD-ROOM (secara langsung dan tidak langsung). Ke semua media elektronik tersebut bertujuan membantu siswa agar bias lebih menguasai materi pelajaran. Sehingga Online berarti pembelajaran dengan menggunakan jasa bantuan perangkat elektronika secara langsung. Kegiatan Online ini termasuk dalam model pembelajaran individual. Online Learning sangat potensial karena siswa dan guru dapat mengakses materi secara luas dari berbagai sumber. Salah satu definisi umum dari online learning diberikan oleh Gilbert & Jones (2001), yaitu: pengiriman materi pembelajaran melalui suatu media elektronik seperti Internet, intranet/extranet, satellite broadcast, audio/video tape, interactive TV, CD-ROM, dan computerbased .training (CBT)


 

BAB III

METODE PENELITIAN

 

 

3.1         Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di salah satu SMAN yang ada di SMAN 1 Praya Tengah , pada tahun ajaran  2020/2021. Penentuan, tempat didasarkan pada pertimbangan bahwa lokasi penelitian terletak di daerah tempat tinggal peneliti. pertimbangan lain adalah sekolah tersebut tidak menerapkan kelas unggulan. sehingga semua kelas mempunyai komposisi yang sama yaitu terdiri dari siswa berkemampuan tinggi, sedang, dan rendah.

 

3.2         Jenis Penelitian

Jenis penelitian yangg digunakan dalam peneltitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pola desain faktorial atau disingkat pola F, karena peneliti akan menyelidiki pengaruh yang ditimbulkan dari Sebuah perlakuan. Dari masing-masing kelas diadakan pembelajaran dengan menggunakan media yang beda, lalu peneliti mengadakan perbandingan hasil belajar yang diperoleh pembelajaran dengan Online dengan pembelajaran dengan menggunakan media LKS. Dari hasil perbandingan peneliti dapat mengambil kesimpulan mana media yang efektif, dan mana media yang kurang efektif diantara dua media tersebut dalam pembelajaran kimia.

3.3         Variabel penelitian

3.3.1   Variabel bebas

Ada dua variabel bebas dalam penelitian ini yaitu variable penggunaan media dalam pembelajaran yang terdiri dari Online dan LKS. Dan variabel tingkat kemampuan awal siswa yang terdiri dari kemampuan awal tingkat tinggi dan kemampuan awal tingkat rendah.


 

3.3.2   Variabel terikat.

Dalam penelitian ini hanya ada satu variabel terikat yaitu variabel prestasi belajar kimia.

 

3.4         Populasi dan Sampel

3.4.1   Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya ( Sugiyono, 2017). Populasi penelitian ini diambil dari seluruh SMAN di lombok Tengah yang merupakan siswa peminatan IPA kelas XII.

3.4.2   Sampel

Penelitian ini dalam pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Menurut Suharsimi Arikunto (2002 : III), dengan teknik Cluster random sampling peneliti memberi hak yang sama kepada setiap subjek untuk memperoleh kesempatan (chance) dipilih menjadi sampel. Secara acak ditentukan dua kelas diberi perlakuan pembelajaran Online dan dua kelas kontrol, yaitu diberi perlakuan pembelajaran menggunakan media LKS.

3.5         Tekhnik pengumpulan data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi dan teknik tes prestasi.

3.5.1   Teknik Dokumentasi.

Suharsimi Arikunto (2002: 134) menulis bahwa dokumentasi berasal dari asal katanya dokumen. yang artinya barang-barang tertulis. Teknik dokumentasi yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan cara melihat data nilai raport semester 1 mata pelajaran kimia kelas X tahun pelajaran 2008/2009. Teknik ini ditempuh dalarn rangka mendapatkan data tentang kemampuan awal siswa.


 

3.5.2   Teknik Tes Prestasi.

Prestasi belajar kimia adalah tingkat penguasaan kimia standar kompetensi Menjelaskan sistem dan sifat koloid serta penerapannya dalam kehidupan seharihari., dengan kompetensi dasar. Membuat berbagai sistem koloid dengan bahanbahan yang ada di sekitarnya dan Mengelompokkan sifat-sifat koloid dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Teknik tes prestasi dilakukan dengan cara memberikan sejumlah soal piliha ganda dengan hanya satu jawaban yang benar. Soal ini menggunakan empat option jawaban. Aspek yang diukur meliputi ingatan. pemahaman. aplikasi, dan analisis. Teknik ini digunakan untuk mendapatkan data tentang prestasi belajar kimia. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes prestasi yang dinamakan dengan tes ulangan harian kimia. Penyusunan instrumen berdasarkan kisi-kisi yang dikembangkan dari silabus pembelajaran kimia yang, sudah baku. Berdasarkan kisikisi disusun tes ulangan harian sebanyak 35 butir dalam bentuk tes obyektif

0 comments:

Post a Comment