Thursday, March 17, 2022

PENGGUNAAN DAN PEMELIHARAAN ALAT-ALAT PEDODONSIA

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.      Latar Belakang

Setiap anak pasti mengalami masa pertumbuhan. Begitu pula dengan gigi. Di mulai dari pertumbuhan gigi susu sampai berganti menjadi gigi permanen. Tanpa gigi manusia tidak akan bisa dalam mencerna dan mengunyah makanan. Gigi berfungsi untuk mengunyah setiap makanan yang masuk ke mulut untuk diteruskan ke tubuh manusia, tentunya makanan yang sudah halus. Masa ini akan terus berlangsung mulai dari masa anak-anak sampai dewasa.

Kelompok anak-anak pada umumnya belum dapat menyikat gigi dengan baik dan efektif karena menyikat gigi itu tidak mudah terutama pada makanan yang lengket, serta sisa makanan yang berada pada permukaan gigi yang sulit dijangkau dengan sikat gigi (Ircham, 1995).

Peranan orang tua sangat penting dalam membimbing dan mendisiplinkan anak untuk melatih memelihara kesehatan gigi dan mulut dengan menyikat gigi secara baik dan benar. Karena pada umumnya kebiasaan anak dalam menyikat gigi hanyalah bertujuan untuk menyegarkan mulut saja, bukan karena mengerti bahwa hal tersebut baik untuk kesehatan gigi dan mulutnya, sehingga anak cenderung menyikat gigi dengan semaunya sendiri. Besarnya peran orang tua sangat diperlukan dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut anak-anaknya agar tercapai kesehatan gigi dan mulut yang optimal (Tomasowa, 1981).

Tujuan kami membuat makalah ini untuk memberikan pengetahuan tentang pentingnya  memelihara dan menjaga kesehatan gigi dan mulut pada anak dengan baik dan benar.

 

B.       Rumusan Masalah

1.         Apa itu Anak ?

2.         Apa itu kesehatan gigi ?

3.         Apa itu pelayanan kesehatan gigi ?

4.         Apa itu pedodontic ?

5.         Apa itu Pedodontia ?

6.         Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan gigi anak ?

7.         Apa saja jenis-jenis perawatan gigi pada anak ?

8.         Bagaimana peranan dental asisten dalam perawatan pedodontia ?

9.         Apa saja langkah-langkah yang dilakukan anak dalam merawat gigi ?

 

C.      Tujuan

1.         Untuk mengetahui pengertian Anak

2.         Untuk mengetahui pengertian kesehatan gigi

3.         Untuk mengetahui pengertian pelayanan kesehatan gigi

4.         Untuk mengetahui pengertian pedodontic

5.         Untuk memberikan informasi tentang pengertian dari pedodontia

6.         Untuk menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan gigi anak

7.         Untuk menjelaskan informasi mengenai jenis-jenis perawatan gigi pada anak.

8.         Untuk memberikan penjelasan mengenai peranan dental asisten dalam perawatan pedodontia .

9.         Untuk memberikan pengetahuan tentang langkah-langkah yang dilakukan anak dalam merawat gigi

 

 


 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

 

 

A.      Pengertian Anak

1.      Menurut UU RI No. 4 tahun 1979

Anak adalah seseorang yang belum mencapai usia 21 tahun dan belum pernah menikah. Batas 21 tahun ditentukan karena berdasarkan pertimbangan usaha kesejahteraan sosial, kematangan pribadi, dan kematangan mental seorang anak dicapai pada usia tersebut.

2.      John Locke

Anak merupakan pribadi yang masih bersih dan peka terhadap rangsangan-rangsangan yang berasal dari lingkungan.

3.      Menurut Psikologi

Anak adalah periode pekembangan yang merentang dari masa bayi hingga usia lima atau enam tahun, periode ini biasanya disebut dengan periode prasekolah, kemudian berkembang setara dengan tahun tahun sekolah dasar.

 

B.      Pengertian Kesehatan Gigi

1.        Depkes RI. 1990/1991. Pedoman Kerja Puskesmas, Jilid IV. Jakarta

Kesehatan gigi adalah kesehatan gigi dan mulut yang bersifat peningkatan pencegahan umum (Mass Prerevention); pneyuluhan gigi dan mulut, pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut perlindungan (toothburshing compaign, kumur-kumur flour, flouridasi air minum).

2.        Sowelo,1992

Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian integral dari kesehatan manusia seutuhnya, dengan demikian upaya-upaya dalam bidang kesehatan gigi pada akhirnya akan turut berperan dalam peningkatan kualitas dan produktivitas sumber daya manusia

 

C.      Pengertian Pelayanan kesehatan Gigi

Pelayanan kesehatan gigi dan mulut adalah setiap bentuk pelayanan atau program kesehatan gigi dan mulut yang ditujukan pada perorangan atau bersama-sama dalam suatu organisasi dengan tujuan untuk memelihara maupun meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut. Pelayanan kesehatan gigi dan mulut ditujukan kepada keluarga serta masyarakat di wilayah kerjanya,secara menyeluruh baik promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif(Rukasa,2005).

 

D.      Pengertian Pedodontic

Pediatric kedokteran gigi  [sebelumnya Pedodontik ( Inggris Amerika ) atau paedodontics ( Commonwealth Inggris ) adalah cabang kedokteran gigi yang berhubungan dengan anak-anak sejak lahir sampai remaja.  Spesialisasi diakui oleh American Dental Association ,  Royal College of Dokter Gigi Kanada ,  dan Ulasan Royal Australasian College of Surgeons Gigi 

 


 

BAB III

PEMBAHASAN

 

 

A.      Pengertian Pedodonsia

Apabila kita membicarakan tentang anak khususnya pada bagian kesehatan anak, maka tentu kita tidak akan lepas dari kata Pediatric. Pediatric berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari dua suku kata yaitu Paedes/Paedos yang artinya anak dan Iatrica yang artinya adalah pengobatan. Oleh sebab itu pediatric secara singkat dapat diartikan sebagai Ilmu Penyakit Anak. Akan tetapi arti tersebut seiring perkembangan jaman, mulai tahun 1968 pediatric diartikan sebagai Ilmu Kesehatan Anak. 

Pemeliharaan kesehatan gigi dan gusi masyarakat terutama pada anak-anak usia sekolah sangatlah penting. Oleh sebab itu salah satu kebijaksanaannya adalah dengan meningkatkan upaya promotif, preventif dan kuratif pada anak usia sekolah (6-12tahun) karena pada usia tersebut merupakan waktu dimana akan tumbuhnya gigitetap (Muhariani,2009).

Pedodontik atau perawatan gigi pada anak merupakan hal yang sering diabaikan oleh orangtua, utamanya pada periode gigi susu. Pengetahuan orang tua sangat penting dalam mendasari terbentuknya perilaku yang mendukung atau tidak mendukung kebersihan gigi dan mulut anak diantaranya adalah pentingnya memeriksakan gigi dan mulut yang dilakukan minimal 1kali 6 bulan (Sukmono,2003).

 

B.      Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kesehatan Gigi Anak

Dalam hal ini banyak sekali yang mempengaruhi kesehatan gigi, antara  lain :

1.         Gizi Makanan

Perlu kita ketahui bahwa benih gigi seudah terbentuk waktu janin (embrio) berusia ½ bulan dalam kandungan. Makanan makanan ini sudah tercakup dalam empat sehat lima sempurna.

 

2.         Jenis makanan

Makanan yang mudah lengket dan menempel digigit seperti permen dan coklat, makanan ini sangat disukai oleh anakanak. Hal ini yang mengakibatkan gangguan. Makanan tadi mudah tertinggal dan melekat pada gigi dan bila terlalu sering dan lama akan berakibat tidak baik. Makanan yang manis dan lengket tersebut akan bereaksi di mulut dan asam yang merusak email gigi.

3.         Kebersihan gigi

Biasakanlah anak-anak agar selalu menyikat giginya atau berkumur-kumur setiap selesai makan atau sebelum tidur.

4.         Kepekatan air ludah

Pada orang-orang yang mempunyai air ludah yang sangat pekat dan sedikit akan lebih mudah giginya menjadi berlubang dibandingkan dengan air ludah yang encer dan banyak, sebab pada anak yang beair ludah pekat dan sedikit maka sisa makanan akan mudah menempel pada permukaan gigi. (Moestopo, 1982)

 

C.      Jenis-Jenis Perawatan Gigi Yang Dapat Dilakukan Pada Anak

1.        Pencabutan Gigi Susu

Tindakan ekstraksi gigi pada rongga mulut dilakukan dengan berbagai alasan yang bervariasi. Walaupun kondisi modern dalam kedokteran gigi saat ini sangat mungkin untuk mempertahankan gigi pada kavitas oral, masih dibutuhkan pelaksanaan ekstraksi dengan beberapa alasan. Penatalaksanaan ekstraksi yang tidak membutuhkan waktu yang lama dan biayayang relatif murah pada akhirnya menjadi alasan pasien untuk menyetujui dilakukan ekstraksi.Pada prinsipnya ekstraksi gigi anak dan gigi dewasa itu sama saja,hanya saja ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam melakukan ekstraksi gigi anak,yaitu:

a)        Anak-anak memiliki rongga mulut kecil sehingga menyulitkan kita dalam melakukan ekstraksi karena pandangan kita karena rongga mulut yang kecil tersebut.

b)        Dalam melakukan ekstraksi gigi anak kita harus hati-hati karena adanya benih gigi permanen yang masih terpendam. Apabila kita melakukan pencabutan prematur pada gigi anak dan ruang kosong bekas pencabutan tidak diberi space retainer maka akan mengakibatkan maloklusi.

2.         Indikasi Pencabutan Gigi Sulung

a)        Natal tooth / neonatal tooth

b)        Natal tooth , gigi erupsi sebelum lahir

c)        Neonatal tooth, gigi erupsi setelah 1 bulan dan biasanya gigi :

ü  Mobility

ü  Dapat mengiritasi – menyebabkan ulserasi pada lidah

ü  Mengganggu untuk menyusui

ü  Gigi dengan karies yang parah

ü  Infeksi periapikal – intraradikuler yang tidak dapat di sembuhkan kecuali pencabutan

ü  Gigi yang sudah waktunya tanggal

ü  Gigi sulung yang persistensi

ü  Gigi sulung yang  impacted , menghalangi erupsi gigi tetap

ü  Gigi dengan ulkus decubitus

ü  Supernumerary teeth

3.        Kontraindikasi Pencabutan Gigi Anak 

a)        Anak yang sedang menderita infeksi akut di mulutnya

       Misalnya :    -        acute infection stomatitis

-                 Herpetic stomatitis

Infeksi ini di sembuhkan dulu baru di lakukan pencabutan.

b)        Blood diserasia atau kelainan pada darah

Di mana bisa mengakibatkan terjadinya perdarahan, dan infeksi setelah pencabutan.Pencabutan dilakukan setelah konsultasi dengan dokter ahli tentang penyakit darah.

c)        Persiapan Sebelum Pencabutan pada Pasien Anak

ü  Sebagian negara mempunyai hukum yang mengharuskan izin tertulis dari  orang tua (Informed Concent) sebelum melakukan anastesi pada pasien anak. 

ü  Kunjungan untuk pencabutan sebaiknya dilakukan pagi hari (saat anak masih  aktif) dan dijadwalkan, sehingga anak tidak menunggu terlalu lama karena  anak cenderung menjadi lelah menyebabkan anak tidak koperatif. Anak  bertoleransi lebih baik terhadap anastesi lokal setelah diberi makan ± 2 jam  sebelum pencabutan.

ü   Penjelasan lokal anastesi tergantung usia pasien anak, teknik penanganan  tingkah laku anak yang dapat dilakukan, misalnya TSD modelling.

ü  Instrumen yang akan dipakai, sebaiknya jangan diletakkan di atas meja.  Letakkan pada tempat yang tidak terlihat oleh anak dan diambil saat akan  digunakan. Jangan mengisi jarum suntik di depan pasien, dapat menyebabkan rasa takut dan cemas.

ü  Sebaiknya dikatakan kepada anak yang sebenarnya bahwa akan ditusuk dengan jarum (disuntik) dan terasa sakit sedikit, tidak boleh dibohongi.

ü  Aspirasi dilakukan untuk mencegah masuknya anastetikum dalam pembuluh  darah,  juga mencegah reaksi toksis, alergi dan hipersensitifitas.


Gambar 1.1. Gambar gigi susu persistensi


 

1.        Penambalan Gigi Susu / Gigi Permanen Muda

Gigi susu atau gigi permanen muda yang mengalami kerusakan  (gigi berlubang) sebaiknya segera ditambal. Gigi berlubang yang dibiarkan akan terus-menerus rusak dan akhirnya harus dicabut. Bila gigi susu rusak parah dan harus dicabut, tetapi gigi permanen penggantinya belum waktunya tumbuh, maka ruangan bekas pencabutan gigi susu tersebut, yang seharusnya ditempati oleh gigi permanen, akan mengecil/menyempit, sehingga bila tiba waktunya gigi permanen tumbuh, gigi tersebut akan kekurangan tempat. Bila yang rusak parah adalah gigi permanen muda, dan harus dicabut, nantinya tidak akan ada lagi gigi yang tumbuh di tempat itu, sehingga gigi tetangganya yang tersisa akan miring dan menjadi tidak teratur. Oleh karena itu, gigi susu maupun gigi permanen muda yang mengalami kerusakan harus segera ditambal, agar kerusakannya tidak semakin parah.

a)        Bahan Tambal gigi

Ø  Semen Ionomer Kaca / Glass Ionomer Cement (GIC)

Adalah penambalan permanen sewarna yang pengerasan bahan tambalnya tidak dilakukan dengan penyinaran (Self Curing), kelebihan Mengandung fluor sehingga dapat mencegah terjadinya karies dikemudian hari,kekurangan tambalan rentan pecah dan abrasi permukaan, khususnya di daerah yang menerima tekanan kunyah, selain itu tampilan warna tambalan masih terlihat sedikit berbeda dengan warna gigi yang asli. Dan umumnya untuk anak-anak.

Penambalan dengan Glass Ionomer Cement

Gambar 1.2. Gambar Penambalan dengan Glass Ionomer Cement

 

Ø  Resin Komposit -Tambalan Sinar / Laser (Light Curing)

Penambalan gigi dengan bahan komposite memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan bahan penambalan jenis glass ionomer  atau bahan jenis amalgam,keunggulannya yaitu tampilan warna sangat mendekati dengan warna gigi asli sehingga didaptkan estetis yang sangat baik,dan tentu kekuatan dan keawetannya juga baik,serta adaptasi yang baik,dan sesaat setelah penambalan sudah bisa langsung digunakan untuk pengunyahan.


Gambar 1.3. Gambar gigi susu yang menngalami kerusakan (karies)

 

b)        Perawatan Saluran Akar Gigi Susu / Gigi Permanen Muda

Perawatan saluran akar gigi susu atau gigi permanen muda dilakukan pada gigi dengan tingkat kerusakan mencapai ruangan pulpa, namun belum waktunya untuk dicabut dan tidak cukup bila hanya dilakukan penambalan, sehingga untuk mempertahankan gigi tersebut harus dilakukan perawatan saluran akar. Dengan dilakukannya perawatan saluran akar pada gigi susu tersebut, diharapkan dapat mengurangi kontak anak dengan obat-obatan pereda sakit (analgesik) akibat gigi yang rusak tersebut sering menimbulkan rasa sakit. Selain itu, dengan dilakukannya perawatan saluran akar dapat mempertahankan keberadaan gigi tersebut lebih lama, sehingga dapat tetap memaksimalkan fungsi pengunyahan anak, mempertahankan lengkung rahang anak, dan dapat menjadi petunjuk bagi gigi permanen pengganti yang akan tumbuh nantinya.

 

2.        Preventive Dentistry pada Pasien Anak-Anak

1.      Topikal Aplikasi Fluor

Sebuah perawatan dengan mengaplikasikan bahan yang mengandung fluoride pada seluruh permukaan gigi susu atau gigi permanen muda yang masih sehat untuk membantu melindungi gigi dan mencegah terjadinya lubang gigi (karies).

Setelah gigi dibersihkan dan dikeringkan dengan semprotan udara, maka permukaan gigi dioles dengan larutan yang dibiarkan mengering (selama 4 menit). Selain itu penderita selama satu jam tidak boleh makan, minum dan berkumur-kumur. Aplikasi flour dengan cara ini efektif dalam mengurangi frekuensi karies gigi sekitar 40%, bergantung pada jumlah aplikasi, cara pengulasan, konsentrasi dan komposisilarutan.

2.      Fissure Sealent


Gambar 1.4. Fissure Sealent

Sebuah tindakan perawatan gigi pada anak dimana diaplikasikan bahan tambalan sealent (flowable composite) di atas fissur gigi susu yang dalam untuk mencegah kerusakan gigi akibat sisa makanan yang mudah tersangkut dan menjadi sulit dibersihkan karena anatomi fissur gigi yang dalam.

3.      Interseptive Orthodontic

Suatu perawatan yang bertujuan menjaga lengkung rahang dan mengembalikan ruang yang menyempit setelah dilakukannya pencabutan dini gigi susu (premature extraction) dengan menggunakan alat yang dapat berupa alat lepasan, semi cekat, atau cekat (brackets).

 

A.      Peranan Dental Assistant dalam Tindakan Pedodontia

Topikal Aplikasi Fluoride Gel

OPERATOR

DENTAS ASSISTANT

1.      Membersihkan semua permukaan gigi dari debris dengan pasta gigi

Membantu FHD

 

Pembuatan informed conscent untuk tindakan Topikal Aplikasi Fluoride Gel

 

Mempersiapkan alat & bahan untuk membersihkan permukaan gigi

 

Melakukan isolasi area kerja untuk tindakan Topikal Aplikasi Fluoride Gel

 

Mengaduk pasta gigi, pumice dan air di deppen disk kemudian menyerahkan kepada operator untuk membersihkan semua permukaan gigi dari debris

2.      Memasukkan sendok cetak berisi fluoride gel ke dalam mulut pasien

Memilih sendok cetak

 

Mengisi sendok cetak dengan fluoride gel kemudian menyerahkan kepada operator dan membantu operator memasukkan sendok cetak ke dalam mulut pasien

 

Menerima sendok cetak yang sudah dipakai untuk kemudian di buang fluoride gelnya

 

Melepaskan isolasi area kerja

 

Melakukan komunikasi terapeutik berupa pemberian instruksi pasca perawatan kepada pasien

Alat & Bahan:

ALAT

OBAT & BAHAN

Kaca mulut

Larutan fluoride

Pinset

Cotton roll & cotton palate

Sendok pumis

Alcohol

Aplikator tip

Pumis

Tongue holder

Brush

 

Fissure Sealant

OPERATOR

DENTAS ASSISTANT

1.      Melakukan pembersihan permukaan oklusal dengan brush

Pembuatan informed conscent untuk tindakan Fissure Sealant

 

Melakukan isolasi area kerja

 

Menyerahkan contra angel handpiece (low speed) dengan brush terpasang kepada operator

 

Melakukan isolasi area kerja

2.      Mengoleskan kapas yang sudah diberi dentin conditioner pada fissure gigi yang bersangkutan

Menyerahkan cotton palate yang sudah diberi dentin conditioner kepada operator

3.      Mengaplikasikan adukan powder & liquid GIC di atas fissure gigi yang bersangkutan

Mengaduk powder & liquid GIC dengan konsistensi sesuai aturan lalu mengambil hasil adukan dengan sonde kemuadian mentransferkan ke operator

4.      Mengoleskan cotton palate yang sudah diberi varnish/vaselin di permukaan sealant

Mentransfer cotton palate yang sudah di beri varnish dengan pinset kepada operator

 

Melepaskan isolasi area kerja

 

Melakukan komunikasi terapeutik berupa pemberian instruksi pasca perawatan kepada pasien

 

Alat & Bahan:

ALAT

OBAT & BAHAN

Kaca mulut

Handschoen

Pinset

Powder & Liquid GIC

PFI (Plastis Filing Instrument)

Varnish

Agate spatle

Cotton roll & cotton palate

Sendok pumis

Alcohol

Sendok powder GIC

Pumis

Tongue holder

Pasta gigi

Paper pad

 

Brush

 

 

B.      Persiapan Dental Asisten Dalam Melakukan Perawatan Pedodontia

1.         Menyalakan kompresor dan dental chair

2.         Menyiakan alat-alat dan bahan yang akan diunakan untuk perawatan

3.         Mempersilahkan pasien duduk dan membuka table dental chair

4.         Memposisikan table senyaman mungkin dengan operator dan pasien

5.         Mencuci tangan sesudah dan setelah perawatan

6.         Memakai APD lengkap

7.         Mempersilahkan pasien kumur sebelum diperiksa dokter

8.         Membantu dokter pada saat perawatan berlangsung

9.         Melakukan saction ke rongga mulut pasien

10.     Setelah selesai perawatan, membuka table dental chair

11.     Memberikan pesan kepada pasien dan orangtua serta mengantarkan pasien keluar dari ruangan

 

C.      Langkah-Langkah yang Dilakukan Anak dalam Merawat Gigi

1.         Gosok gigi minimal 2 kali sehari. Waktu terbaik untuk menggosok gigi adalah setelah makan dan sebelum tidur. Menggosok gigi setelah makan bertujuan mengangkat sisa-sisa makanan yang menempel di permukaan ataupun di sela-sela gigi dan gusi. Sedangkan menggosok gigi sebelum tidur berguna untuk menahan perkembangbiakan bakteri dalam mulut karena dalam keadaan tidur tidak diproduksi ludah yang berfungsi membersihkan gigi dan mulut secara alami.

2.         Ganti sikat gigi 3-4 bulan sekali. Pilih sikat gigi yang bulunya lembut dengan kepala sikat yang dapat menjangkau semua bagian gigi.

Untuk anak, pilih sikat gigi yang ukurannya kecil dengan tangkai yang mudah di genggam. Bulu halus tapi kuat. Bagian ujung kepala sikat menyempit agar mudah menjangkau bagian dalam. Anak 1-5 tahun bisa memakai sikat dengan 3 deret bulu. Di usia 6 tahun ke atas (periode gigi geligi bercampur), selain sikat dengan 3 deret bulu dapat pula dipakai sikat dengan 4 deret bulu. Jangan lupa sikat lidah, yang merupakan tempat berkumpulnya bakteri yang dapat menyebabkan bau mulut.

3.         Pemberian pasta gigi untuk balita tidak dianjurkan. Menggosok gigi balita sebaiknya tidak menggunakan pasta gigi namun cukup digosok dan diberi minum air (air matang) karena balita belum bisa berkumur sehingga kurang tepat kalau diberikan pasta gigi. Untuk anak usia 3 tahun keatas sebaiknya dianjurkan berkumur pada saat menggosok gigi, diberikan pasta gigi kira-kira 0,5 cm atau sebesar biji kacang polong, usahakan berkumur menggunakan air yang sudah masak karena anakbelum begitu mahir berkumur yang dikhawatirkan anak menelan air dan pasta gigi. Terlalu banyak menelan pasta gigi yang mengandung flour akan mengganggu perkembangan gigi anak.

4.         Benang gigi, pengunaan benang gigi sekali sehari dianjurkan untuk mengangkat plak yang tidak dapat disentuh sikat gigi dan obat kumur.

5.         Permen karet tanpa gula, mengunyah permen karet tanpa gula dapat meningkatkan aliran air liur yang dapat membersihkan partikel makanan dan asam penyebab kerusakan gigi.

6.         Hindari makanan yang banyak mengandung gula dan manis, seperti sirup, permen, dan cokelat.

7.         Minum air setelah makan.

8.         Biasakanlah untuk makan buah-buahan segar. Selain baik untuk kesehatan, seratnya dapat membantu menghilangkan kotoran yang ada di gigi.

9.         Makanlah makanan yang seimbang dan kaya kalsium, seperti susu, keju, telur, teri, bayam, katuk, sawi, dan agar-agar.

10.     Memperkenalkan anak dengan gelas setelah ASI, bukan botol susu.

11.     Pemeriksaan gigi secara teratur. Perawatan gigi anak sehari-hari harus dibarengi dengan pemeriksaan gigi anak secara teratur. Perhatikan apakah pada gigi anak muncul plak berwarna coklat atau hitam, dan bawalah anak ke dokter gigi bila Anda menemukan hal ini. Bila tidak ada masalah pada gigi, bawa anak Anda ke dokter gigi minimal 1 tahun sekali untuk pengecekan rutin.

12.     Hindari transfer bakteri dari orang tua. Banyak kerusakan gigi anak yang diakibatkan karena transfer bakteri dari orang tua yang memiliki karies. Untuk menghindarinya, hindari penggunaan mug dan peralatan makan yang sama ketika makan. Jangan menjilat atau mengulum dot anak untuk membersihkannya.


 

BAB IV

PENUTUP

 

A.      Kesimpulan

Pedodontik atau perawatan gigi pada anak merupakan hal yang sering diabaikan oleh orangtua, utamanya pada periode gigi susu. Pengetahuan orang tua sangat penting dalam mendasari terbentuknya perilaku yang mendukung atau tidak mendukung kebersihan gigi dan mulut anak diantaranya adalah pentingnya memeriksakan gigi dan mulut yang dilakukan minimal 1kali 6 bulan (Sukmono,2003).

Menjalin komunikasi yang efektif dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh anak pada saat kunjungan pertama anak dapat membantu mempermudah proses pelayanan kesehatan gigi yang akan diberikan kepada anak. Peran kooperatif dari orang tua dapat juga mempermudah dalam tindakan perawatan kesehatan gigi.

Masalah-masalah kesehatan gigi yang sering terjadi pada anak seperti, karies, gigi lahir premature, dan gangguan pada jaringan penyangga gigi dapat menghambat tumbuh kembang anak, oleh sebab itu perlu adanya peran aktif anak dalam mencegah dan tetap menjaga kebersihan mulut. Tentu saja juga terdapat peran dari petugas pelayanan kesehatan gigi khusunya perawat gigi dalam tindakan promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitative.

 

B.       Saran

1.         Bagi Mahasiswa

Lebih memperdalam pengetahuan tentang pedodontia agar terciptanya kerja yang profesional di dalam pelayanan kesehatan gigi nanti.

2.         Bagi Orang Tua

Orang tua harus mengetahui bagaimana cara dalam merawat gigi anak agar dapat membantu anak dalam mencegah terjadinya kerusakan gigi pada anak.

 


nah untuk mendapatkan file MS WORD silahkan klik DISINI


0 comments:

Post a Comment