Wednesday, March 9, 2022

MAKALAH STRATEGI, MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1         Latar Belakang

Pendidikan adalah masalah yang sangat penting bagi manusia, karena pendidikan menyangkut kelangsungan hidup manusia.manusia muda tidak cukup hanya tumbuh dan berkembang dengan dorongan instingnya saja, tetapi perlu bimbingan dan pengarahan pendidikan agar ia menjadi manusia purna.

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaranagar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinnya, masyarakat, Bangsa dan Negara.

Pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Salah satu bagian penting dari proses pembelajaran adalah kemampuan individu memproduksi hasil belajarnya. Jadi, guru hendaknya memperhatikan kondisi individu anak karena merekalah yang akan belajar.

Belajar merupakan suatu proses perubahan baik prilaku, pengetahuan, dan budaya. Hal ini terkait dengan bagaimana proses interaksi terjalin dengan efektif, saat guru kooferatif dengan peserta didik yang tidak membedakan perlakuan. Disamping itu guru harus bersikap arif, bijaksana dan penuh kasih saying sebagai landasan dalam mentransformasikan ilmu pengetahuan, sikap dan budaya, bahkan guru di tutut untuk senantiasa mengetahui, strategi pembelajaran, model pembelajaran, dan pendekatan pembelajaran

Didalam pembelajaran juga terdapat komponen-komponen yang bersifat parsial (terpisah), tetapi harus berjalan secara teratur, saling bergantung, komplementer ( saling melengkapi) dan berkelanjutan. Untuk itu diperlukan pengelolaan pembelajaran yang baik yang harus dikembangkan berdasarkan pada asas-asas pembelajaran. Seorang guru harus mengerti, memahami, dan menghayati prinsip pembelajaran, sekaligus mengaplikasikannya dalam melaksanakan tugas pembelajaran.

Pada prinsipnya profesionalisme guru adalah guru yang dapat  menjalankan tugasnya secara profesional yang memiliki kualitas dan keahlian di bidang teori dan praktik keguruan. Guru yang baik mampu menciptakan suasana pembelajaran yang berkualitas. Untuk itu guru perlu untuk mengetahui perbedaaan istilah Pendekatan, strategi, metode, teknik, taktik, dan model pembelajaran.

Namun Faktanya kadang kala terjadi kesulitan dalam membedakan pengertian dari istilah-istilah tersebut. Acap kali artinya dianggap sama, tertukar antar satu dengan yang lain. Hal ini mengakibatkan terjadinya kebingungan dalam penggunaan istilah-istilah tersebut. Apalagi terhadap tiga istilah, yaitu pendekatan, metode, dan teknik biasanya terkacaukan. Istilah pendekatan sering dikacaukan dengan metode, misalnya kita sering mendengar orang mengemukakan istilah pendekatan komunikatif disamping istilah metode komunikatif. Sering pula pengertian metode dikacaukan dengan teknik, misalnya kita sering mendengar orang menyebutkan istilah metode diskusi disamping istilah teknik diskuasi.

Terdapat persamaan dari pendekatan, strategi, metode, teknik, taktik, dan model pembelajaran. Secara umum semua istilah tersebut berarti cara. Cara adalah suatu bentuk perbuatan tertentu yang dilakukan individu tetapi tidak secara terus menerus. Dalam konteks pembelajaran, cara berbentuk segala hal yang dilakukan dalam suatu proses pembelajaran.Apabila kita mengartikan pendekatan, strategi, metode, teknik, taktik, dan model pembelajaran lebih mendalam, maka akan timbul perbedaan arti cara yang dimaksud dari masing-masing istilah tersebut

 

1.2         Rumusan Masalah

Dari uraian latar belakang diatas dapat diambil suatu maslaah yang relevan dalam proses interaksi belajar mengajar yaitu:

1.             Apa yang dimaksud dengan strategi pembelajaran?

2.             Apa yang dimaksud dengan model pembelajaran?

3.             Apa yang dimaksud dengan pendekatan pembelajaran?

 

1.3         Tujuan

1.      Membahasa tentang apa yang dimaksud dengan strategi pembelajaran

2.      Membahas tentang apa yang dimaksud dengan model pembalajaran

3.      Untuk membahas tentang pendekatan pembelajaran

 


 

BAB II

PEMBAHASAN

 

 

2.1         Strategi Pembelajaran

2.1.1        Pengertian Strategi Pembelajaran

Strategi atau siasat adalah serangkaian cara untuk mencapai satu tujuan tertentu. Secara umum strategi mempunyai pengertian suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. Dihubungkan dengan belajar mengajar, strategi bisa diartikan sebagai pola-pola umum kegiatan guru, anak didik dalam mewujudkan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan.

Dalam dunia pendidikan, strategi diartika sebagai  a plan, method, or series of activities designed to achieves a particular educational goal(J. R. David, 1976). Jadi, dengan demikian strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

Dua hal yang patut dicermati dari pengertian diatas, pertama strategi pembelajaran merupakan rencana tindakan (rangkaian kegiatan) termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya/kekuatan dalam pembelajaran. Ini berarti penyusunan suatu strategi baru sampai pada proses penyusunan rencana kerja belum sampai pada tindakan. Kedua, strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu. Artinya, arah dari semua keputusan penyusunan strategi adalah pencapaian tujuan. Dengan demikian, penyusunan langkah-langkah pembelajaran, pemanfaatan berbagai pasilitas dan sumber belajar semuanya diarahkan dalam upaya pencapaian tujuan. Oleh sebab itu, sebelum menentukan strategi, perlu dirumuskan tujuan yang jelas yang dapat diukur keberhasilannya, sebab tujuan adalah rohnya dalam implementasi suatu strategi.

Dengan demikian strategi pada intinya adalah langkah-langkah terencana yang bermakna luas dan mendalam yang dihasilkan dari sebuah proses pemikiran dan perenungan yang mendalam berdasarkan pada teori dan pengalaman tertentu. Sebagai contoh, seorang dosen memberi tugas kepada mahasiswa untuk menulis makalah ilmiah dengan topik dan kriteria tertentu. Dengan perintah ini, maka mahasiswa akan berusaha mencari bahan penulisan makalah dengan pergi keperpustakaan, ketoko buku, mengakses internet dan lainnya. Kemudian ia akan menelaah dan membaca buku tersebut untuk ia pahami dan akan ia tuangkan dalam tulisan yang baik dan benar sesuai dengan penggunaan bahasa yang tepat.

2.1.2        Jenis-jenis Strategi Pembelajaran

Ada beberapa strategi pembelajaran yang dapat digunakan Rowntree (1974) mengelompokkan ke dalam strategi penyampaian-penemuan atau exposition-discovery learning, dan strategi pembelajaran kelompok dan strategi pembelajaran individual atau group-individual.

Strategi pembelajaran yang dapat digunakan oleh pendidik adalah sebagai berikut:

1.              Strategi Pembelajaran Ekspositori (SPE)

Strategi pembelajaran ekspositori (SPE) adalah strategi pembelajarn yang menekankan kepada proses penyampaian materi secara verbal dari seorang guru kepada sekelompok siswa dengan maksud agar dapat menguasai materi pelajaran secara optimal. Royy Killen (1998) menanamkan strategi ekpositori ini dengan istilah strategi pembelajaran langsug (direct instruction), karena dalam strategi ini materi pelajaran disampaikan langsung oleh guru. Siswa tidak dituntut untuk menemukan materi itu. Materi pelajaran seakan-akan sudah jadi. Oleh karena itu strategi ekspositori lebih menekankan kepada proses bertutur, maka sering jiga dinamakan istilah strategi “chalk and talk”.

2.              Strategi Pembelajaran Inkuiri (SPI)

Strategi pembelajaran inkuiri (SPI) adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berfikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan. Proses berfikir itu sendiri biasanya dilakukan melalui Tanya jawab antara guru dan siswa. Strategi pembelajaran ini sering juga dinamakan strategi heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan.

3.              Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah (SPBM)

Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah (SPBM) adalah rangkaian aktivitas pembelajaran yang menekankan kepada proses penyelesaian masalah yang dihadapi secara ilmiah. Tig aciri  utama dari SPBM . pertama, SPBM merupakan rangkaian aktivitas pembelajaran, artinya dalam implementasi SPBM ada sejumlah kegiatan yang harus dilakukan siswa. Kedua, aktivitas pembelajaran diarahkan untuk menyelesaikan masalah. SPBM menempatkan masalah sebagai kata kunci dari proses pembelajaran. Ketiga, pemecahan masalah dilakukan dengan menggunakan pendekatan berfikir secara ilmiah. Berfikir menggunakan metode ilmiah adalah proses berfikir deduktif dan induktif.

4.              Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berfikir (SPPKB)

Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berfikir (SPPKB) adalah pembelajaran yang bertumpu kepada pengembangan kemampuan berfikir siswa melalui telaah fakta-fakta atau pengalaman anak sebagai bahan untuk memecahkan masalah yang diajukan.

5.              Strategi pembelajaran Kooperatif (SPK)

Strategi pembelajaran Kooperatif (SPK) adalah rangkaian kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa dalam kelompok-kelompok tertentu untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Ada empat unsur penting dalam SPK, yaitu: adanya peserta dalam kelompok, adanya aturan kelompok, adanya upaya belajar setiap anggota kelompok, dan adanya tujuan yang harus dicapai.

6.              Strategi Pembelajaran Kontektual (CTL)

Strategi Pembelajaran Kontektual (CTL) adalah suatu strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupannya dalam kehidupan mereka.

7.              Strategi pembelajaran Afektif

Dalam strategi pembelajaran ini membahas strategi pembelajaran yang berhubungan dengan pembentukan sikap dan nilai. Strategi pembelajaran yang dibicarakan dalam naskah ini diarahkan untuk mencapai tujuan pendidikan yang bukan hanya dimensi kognitif tetapi juga dimensi yang lainnnya, yaitu sikap dan keterampilan, melalui proses pembelajaran yang menekankan kepada aktivitas siswa sebagai subjek belajar.

 

2.2         Model Pembelajaran 

2.2.1        Pengertian Model Pembelajaran

Model pembelajaran merupakan prosedur sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Apabila antara pendekatan, strategi, metode, teknik dan taktik pembelajaran sudah terangkai menjadi satu kesatuan yang utuh maka terbentuklah apa yang disebut dengan model pembelajaran. Jadi, Model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.

2.2.2        Fungsi Model Pembelajaran

Fungsi model pembelajaran adalah sebagai pedoman perancangan dan pelaksanaan  pembelajaran. Karena itu, pemilihan model sangat dipengaruhi oleh sifat dari materi yang akan dibelajarkan, tujuan (kompetensi) yang akan dicapai dalam pembelajaran tersebut, serta tingkat kemampuan peserta didik.

2.2.3        Macam-Macam Model Pembelajara

Terdapat berbagai macam model pembelajaran diantaranya: model pembelajaran role playing, mind mapping, debate, talking stick, bertukar pasangan, numbered head together,dan masih banyak lainnya. Setiap model pembelajaran tersebut dibentuk dari penggunaan pendekatan, strategi, metode, dan langkah pembelajaran dalam suatu proses pembelajaran. Model pembelajaran menyajikan cara yang digunakan dalam proses pembelajaran dengan sistematis dan praktis.

Salah satu contohnya model pembelajaran role playing. Model ini adalah sejenis permainan gerak yang di dalamnya ada tujuan tertentu, aturan dan sekaligus unsur bermain. Model ini menggunakan pendekatan pembelajaran interaksionis karena menganggap siswa sudah memiliki modal, namun harus disediakan lingkungan yang sesuai untuk mengembangkan modal tersebut menjadi suatu kompetensi. Model role playingmengoptimalkan strategi inquiry karena siswa dituntut aktif dan berperan sebagai subyek sekaligus obyek dalam proses pembelajaran. Model ini menggunakan metode bermain peran, ceramah, diskusi, dan tanya jawab. 

Dari penjelasan diatas, maka dapat ditentukan bahwa suatu strategi pembelajaran yang diterapkan guru akan tergantung pada pendekatan yang digunakan; sedangkan bagaimana menjalankan strategi itu dapat ditetapkan berbagai metode pembelajaran. Dalam menjalankan metode guru dapat menentukan teknik yang dianggap relevan dengan metode, dan penggunaan teknik itu setiap guru memiliki taktik yang berbeda antara guru yang satu dengan guru yang lain.

 

2.3          Pendekatan Pembelajaran

2.3.1        Pengertian Pendekatan Pembelajaran

Istilah pendekatan berasal dari bahasa Inggris approach yang memiliki beberapa arti di anataranya diartikan dengan ’pendekatan’. Di dalam dunia pengajaran, kata approach lebih tepat diartikan a way of beginning something ‘cara memulai sesuatu’. Karena itu, istilah pendekatan dapat diartikan cara memulai pembelajaran.

Pendekatan dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, didalamnya mewadahi, menginspirasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoritis tertentu.

2.3.2        Fungsi Pendekatan Pembelajaran

Fungsi pendekatan bagi suatu pengajaran adalah sebagai pedoman umum dan langsung bagi langkah-Iangkah metode pengajaran yang akan digunakan. Sering dikatakan bahwa pendekatan melahirkan metode. Artinya, metode suatu bidang studi, ditentukan oleh pendekatan yang digunakan. Di samping itu, tidak jarang nama metode pembelajaran diambil dari nama pendekatannya. Sebagai contoh dalam pengajaran bahasa. Pendekatan SAS melahirkan metode SAS. Pendekatan langsung melahirkan metode langsung. Pendekatan komunikatif melahirkar metode komuniatif.

2.3.3        Jenis-jenis pendekatan pembelajaran

Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu:

1.             Pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach), dan

2.             Pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach).

Pendekatan yang sedang berkembang saat ini, di antaranya: pendekatan saintifik, pendekatan konstruktivisme, pendekatan realistik, pendekatan pemecahan masalah, pendekatan kontekstual, pendekatan proses, dan lain sebagainya. Dengan demikian, perbedaan penggunaan pendekatan adalah perbedaan cara pandang terhadap proses pembelajaran

 


 

BAB III

PENUTUP

3.1         Kesimpulan

Kesimpulannya istilah pendekatan, strategi, metode, teknik, dan model pembelajaran secara umum memiliki kesamaan arti, yakni merupakan suatu cara. Namun, apabila diartikan lebih mendalam dapat dilihat dari uraian diatas. Secara singkat penulis menyusun definisi sebagai berikut:

1.       Strategi atau siasat pembelajaran adalah berbagai cara untuk mencapai satu tujuan pembelajaran.

2.       Model pembelajaran adalah prosedur sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran yang dibentuk melalui pemilihan penggunaan pendekatan, strategi, metode, dan langkah pembelajaran tertentu.

3.       Pendekatan pembelajaran adalah cara pandang terhadap proses pembelajaran.

 


silahkan klik DISINI untuk download file MS WORD

0 comments:

Post a Comment