Thursday, March 17, 2022

MAKALAH DMF-T DAN DEF-T

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

 

A.      Latar Belakang

Untuk mengumpulkan data status kesehatan gigi dan mulut diperlukan data-data, bisa data primer, sekunder atau tersier. Apabila pengumpulan data primer dilakukan dengan cara survei dan memerlukan alat bantu untuk mengukur status kesehatannya. Untuk pengukuran karies gigi biasanya di gunakan indeks karies gigi DMF-T (untuk gigi tetap) atau def-t (untuk gigi sulung). Untuk def-t kriteria masing-masing komponen sama seperti DMF-T, tetapi gigi yang digunakan adalah gigi permanen.

Komponen M (Missing) dalam DMF-T sulit untuk mendeteksi apakah gigi sulung di cabut karena karies atau tanggal secara alami. Sehingga M di ganti menjadi komponen e ( extraction) yang berarti gigi karies yang terindikasi dicabut karena karies (Sriyono, 2009). Anak usia 6-12 tahun pada periode gigi bercampur, gigi molar dan insisivus permanennya yang baru erupsi mempunyai daerah-daerah morfologik yang memudahkan retensi plak dan berkembangnya karies.

Daerah tersebut adalah permukaan oklusal molar permanen, pit dan alur-alur pertumbuhan pada permukan lingual molar permanen atas dan permukan bukal molar pertama bawah, serta pit lingual insisivus permanen atas terutama insisivus lateral, karena kedalaman dan inklinasi fisur oklusalnya. Karies pada molar pertama bawah lebih sering terjadi di bandingkan molar pertama permanen (Kennedy., 1992). Menurut Putri, dkk., (2011) pada karies terjadi proses demineralisasi pada gigi, demineralisasi email dimulai pada pH 5,5. Derajat keasaman suatu larutan dinyatakan asam bila pH nya kurang dari 7 dan di katakan basa apabila lebih dari 7.

Analisis saliva dapat digunakan untuk mengetahui informasi tingkat sekresi serta kapasitas buffering dan jumlah Strepcoccus mutans serta Laktobasilus. Saliva juga berperan penting dalam proses karies. Fungsi saliva yang adekuat penting dalam perlindungan gigi terhadap karies. Mekanisme fungsi perlindiungan saliva, meliputi: (1) aksi pembersihan bakteri; (2) aksi buffer; (3) aksi antimikroba; (4) remimeralisasi. Aksi pembersihan bakteri terjadi karena saliva mengandung molekul karbohidrat-protein (glikoprotein) yang meyebabkan beberapa bakteri agutinasi dan di telan.

Ion-ion dalam saliva (natrium, kalium atau kalsium) juga berperan dalam memperbaiki komponen ion struktur gigi dengan cara meremineralisasikan struktur gigi (Putri, dkk., 2011).

 

B.       Rumusan Masalah

Dari latarbelakang diatas penulis akan membahas msalah diantaranya sebagi berikut

1.         Apa yang dimaksud dengan DMF-T

2.         Dan apakah yang dimaksud dengan DEF-T

 

C.      Tujuan

1.         Untuk mencari pengetahuan tentang DMF-T

2.         Agar dapat mengetahui tentang DEF-T

 


 

BAB II

PEMBAHASAN

 

A.      Pengertian DMF-T

DMF-T adalah suatu keadaan gigi di mana dilakukan pemeriksaanpada gigi geligi tetap atau permanent, seseorang yang pernah mengalami penyakit karies, hilang dan perbaika. Indekskaries gigi permanen meliputi kerusakan, pencabutan, dan penambalan. Di mana setiap gigihanya memperoleh satu skor D atau M atau F, dilihat mana yang lebih parah (Priyono,2010).

1.         Penentuan Skor DMF-T

Untuk Pemeriksaan dilakukan dengan pemeriksaan sebagai berikut:

D = Decay

a.         Gigi tetap yang mengalami karies gigi

b.        Gigi tetap yang di tambal dengan karies sekunder dengan tumpatan permanen

c.         Pada gigi dengan tumpatan permanen

d.        Gigi dengan tumpatan sementara dimasukkan dalam kategori D

M = Missing

a.         Semua gigi yang hilang atau dicabut karena karies

b.        Gigi yang hilang akibat penyakit periodontal, dicabut untuk kebutuhan perawatan ortodonti TIDAK dimasukkan dalam kategori M

F=Filing

a.         Semua gigi dengan tumpatan permanen

b.        Gigi tetap dengan tumpatan tanpa karies (Hutabarata, 2009).

c.         Gigi yang sedang dalam perawatan saluran akar dimasukkan dalam kategori F.

2.         Penghitungan DMF-T

Jumlah keadaan gigi yang mengalami kerusakan,hilang, dan perbaikan, padagigi tetap yang disebabkan oleh karies DMF-T= D+M+F

 

B.       Pengertian def-t

def-t adalah suatu keadaan gigi di mana dilakukan pemeriksaan pada gigi geligi susu seseorangyang pernah mengalami kerusakan, hilang dan perbaikan yang disebabkan penyakit karies(Depkes,1995). Angka yang menunjukan klinis penyakit karies gigi susu yang meliputi gigi yang masih dapatditambal, gigi yang telah/ harus dicabut, dan gigi yang telah dilakukan perawatan/ penambalan(Herijulianti,2001)

1.         Penentuan skor def-t

d= decay

Gigi susu yang mengalami karies gigi2) Gigi susu yang di tambal dengan karies sukunder

e = extraks

Gigi susu di cabut dengan karies/Gigi yang tanggal sebelum waktu eksfoliasinya

f= filling

Gigi susu dengan tumpatan tanpa karies (Depkes, 1995).c. Penentuan def-t

2.         Penghitungan def-t

Jumlah keadaan gigi yang mengalami kerusakan, hilang, dan perbaikan pada gigi susu. def-t=d+e+f


 

BAB III

PENUTUP

 

A.      Kesimpulan

Yang dimaksud dengan DMF-T adalah suatu keadaan gigi di mana dilakukan pemeriksaanpada gigi geligi tetap atau permanent, seseorang yang pernah mengalami penyakit karies, hilang dan perbaika.

Sedangkan DEF-T adalah suatu keadaan gigi di mana dilakukan pemeriksaan pada gigi geligi susu seseorangyang pernah mengalami kerusakan, hilang dan perbaikan yang disebabkan penyakit karies (Depkes,1995).

 

B.       Saran

Diharapkan orang tua lebih meningkatkan kesadaran untuk menjaga kesehatan gigi dan mulutnya sendiri serta anak-anaknya.

Bagi penulis selanjutnya, penulisan ini dapat dilakukan kembali dengan mengontrol hal-hal yang dapat mempengaruhi hasil penulisan. Penulisan ini dapat dilanjutkan untuk menulis tentang jenis konsumsi makanan anak berhubungan dengan karies gigi.


untuk mendownload file MS WORD silahkan klik DISINI

0 comments:

Post a Comment