BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Untuk
mengumpulkan data status kesehatan gigi dan mulut diperlukan data-data, bisa
data primer, sekunder atau tersier. Apabila pengumpulan data primer dilakukan
dengan cara survei dan memerlukan alat bantu untuk mengukur status
kesehatannya. Untuk pengukuran karies gigi biasanya di gunakan indeks karies
gigi DMF-T (untuk gigi tetap) atau def-t (untuk gigi sulung). Untuk def-t
kriteria masing-masing komponen sama seperti DMF-T, tetapi gigi yang digunakan
adalah gigi permanen.
Komponen
M (Missing) dalam DMF-T sulit untuk mendeteksi apakah gigi sulung di cabut
karena karies atau tanggal secara alami. Sehingga M di ganti menjadi komponen e
( extraction) yang berarti gigi karies yang terindikasi dicabut karena karies
(Sriyono, 2009). Anak usia 6-12 tahun pada periode gigi bercampur, gigi molar
dan insisivus permanennya yang baru erupsi mempunyai daerah-daerah morfologik
yang memudahkan retensi plak dan berkembangnya karies.
Daerah
tersebut adalah permukaan oklusal molar permanen, pit dan alur-alur pertumbuhan
pada permukan lingual molar permanen atas dan permukan bukal molar pertama
bawah, serta pit lingual insisivus permanen atas terutama insisivus lateral,
karena kedalaman dan inklinasi fisur oklusalnya. Karies pada molar pertama
bawah lebih sering terjadi di bandingkan molar pertama permanen (Kennedy.,
1992). Menurut Putri, dkk., (2011) pada karies terjadi proses demineralisasi
pada gigi, demineralisasi email dimulai pada pH 5,5. Derajat keasaman suatu
larutan dinyatakan asam bila pH nya kurang dari 7 dan di katakan basa apabila
lebih dari 7.
Analisis
saliva dapat digunakan untuk mengetahui informasi tingkat sekresi serta
kapasitas buffering dan jumlah Strepcoccus mutans serta Laktobasilus. Saliva
juga berperan penting dalam proses karies. Fungsi saliva yang adekuat penting
dalam perlindungan gigi terhadap karies. Mekanisme fungsi perlindiungan saliva,
meliputi: (1) aksi pembersihan bakteri; (2) aksi buffer; (3) aksi antimikroba;
(4) remimeralisasi. Aksi pembersihan bakteri terjadi karena saliva mengandung
molekul karbohidrat-protein (glikoprotein) yang meyebabkan beberapa bakteri
agutinasi dan di telan.
Ion-ion
dalam saliva (natrium, kalium atau kalsium) juga berperan dalam memperbaiki
komponen ion struktur gigi dengan cara meremineralisasikan struktur gigi
(Putri, dkk., 2011).
B.
Rumusan
Masalah
Dari
latarbelakang diatas penulis akan membahas msalah diantaranya sebagi berikut
1.
Apa
yang dimaksud dengan DMF-T
2.
Dan
apakah yang dimaksud dengan DEF-T
C.
Tujuan
1.
Untuk
mencari pengetahuan tentang DMF-T
2.
Agar
dapat mengetahui tentang DEF-T
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
DMF-T
DMF-T
adalah suatu keadaan gigi di mana dilakukan pemeriksaanpada gigi geligi tetap atau permanent,
seseorang yang pernah mengalami penyakit karies, hilang dan perbaika.
Indekskaries gigi permanen meliputi kerusakan, pencabutan, dan penambalan. Di
mana setiap gigihanya memperoleh satu skor D atau M atau F, dilihat mana yang
lebih parah (Priyono,2010).
1.
Penentuan
Skor DMF-T
Untuk Pemeriksaan dilakukan dengan
pemeriksaan sebagai berikut:
D = Decay
a.
Gigi
tetap yang mengalami karies gigi
b.
Gigi
tetap yang di tambal dengan karies sekunder dengan tumpatan permanen
c.
Pada
gigi dengan tumpatan permanen
d.
Gigi
dengan tumpatan sementara dimasukkan dalam kategori D
M = Missing
a.
Semua
gigi yang hilang atau dicabut karena karies
b.
Gigi
yang hilang akibat penyakit periodontal, dicabut untuk kebutuhan perawatan
ortodonti TIDAK dimasukkan dalam kategori M
F=Filing
a.
Semua
gigi dengan tumpatan permanen
b.
Gigi
tetap dengan tumpatan tanpa karies (Hutabarata, 2009).
c.
Gigi
yang sedang dalam perawatan saluran akar dimasukkan dalam kategori F.
2.
Penghitungan
DMF-T
Jumlah keadaan gigi yang mengalami
kerusakan,hilang, dan perbaikan, padagigi tetap yang disebabkan oleh karies
DMF-T= D+M+F
B.
Pengertian def-t
def-t
adalah suatu keadaan gigi di mana dilakukan pemeriksaan pada gigi geligi susu
seseorangyang pernah mengalami kerusakan, hilang dan perbaikan yang disebabkan
penyakit karies(Depkes,1995). Angka yang menunjukan klinis penyakit karies gigi
susu yang meliputi gigi yang masih dapatditambal, gigi yang telah/ harus
dicabut, dan gigi yang telah dilakukan perawatan/ penambalan(Herijulianti,2001)
1.
Penentuan
skor def-t
d= decay
Gigi susu yang mengalami karies gigi2)
Gigi susu yang di tambal dengan karies sukunder
e = extraks
Gigi susu di cabut
dengan karies/Gigi yang tanggal sebelum waktu eksfoliasinya
f= filling
Gigi susu dengan tumpatan tanpa karies (Depkes,
1995).c. Penentuan def-t
2.
Penghitungan def-t
Jumlah keadaan gigi yang mengalami
kerusakan, hilang, dan perbaikan pada gigi susu. def-t=d+e+f
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Yang
dimaksud dengan DMF-T adalah suatu keadaan gigi di mana dilakukan
pemeriksaanpada gigi geligi tetap atau permanent, seseorang yang pernah
mengalami penyakit karies, hilang dan perbaika.
Sedangkan
DEF-T adalah suatu keadaan gigi di mana dilakukan pemeriksaan pada gigi geligi
susu seseorangyang pernah mengalami kerusakan, hilang dan perbaikan yang
disebabkan penyakit karies (Depkes,1995).
B. Saran
Diharapkan orang tua lebih
meningkatkan kesadaran untuk menjaga kesehatan gigi dan mulutnya sendiri serta
anak-anaknya.
Bagi penulis selanjutnya, penulisan
ini dapat dilakukan kembali dengan mengontrol hal-hal yang dapat mempengaruhi
hasil penulisan. Penulisan ini dapat dilanjutkan untuk menulis tentang jenis
konsumsi makanan anak berhubungan dengan karies gigi.
untuk mendownload file MS WORD silahkan klik DISINI
0 comments:
Post a Comment