Thursday, March 17, 2022

MAKALAH KONSERVASI GIGI

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

 

A.      Latar Belakang

Mempertahankan gigi selama mungkin di dalam rongga mulut merupakan salah satu tujuan kesehatan gigi, khususnya di bidang ilmu konservasi gigi. Idealnya gigi dalam keadaan utuh, vital dan berfungsi dengan baik, tetapi selama pemakaian dapat terjadi kerusakan pada email dan dentin yang pada akhirnya melibatkan jaringan pulpa. Umumnya pasien datang ke dokter gigi jika sudah merasakan sakit atau dengan kerusakan yang parah. Data yang dikeluarkan Depkes RI dari RisKesDa tahun 2007 menunjukkan bahwa 72,1% penduduk Indonesia mempunyai pengalaman gigi berlubang (karies) dan sebanyak 46,5% diantaranya adalah karies aktif yang belum dirawat.

Karies merupakan jalan masuk mikroorganisme ke dalam ruang pulpa. Kerusakan gigi yang melibatkan jaringan pulpa dapat disebabkan oleh agen fisik, kimiawi dan bakterial. Agen bakterial merupakan penyebab paling umum kerusakan pulpa. Kerusakan dapat bersifat reversibel maupun ireversibel tergantung dari kemampuan pulpa untuk memperbaiki diri.Infeksi pulpa dapat menyebabkan perkembangan inflamasi yang seringkali diikuti oleh nekrosis jaringan pulpa, yang dapat menyebabkan infeksi kronis, penyebaran inflamasi ke apikal gigi, dan pembentukan lesi yang disertai resorpsi tulang periapical. Kerusakan periapikal memegang peranan terhadap kegagalan perawatan saluran akar gigi. Kegagalan perawatan saluran akar ditandai dengan berlanjutnya resorpsi jaringan periapikal. Resorpsi yang berlebihan akan mengganggu keseimbangan proses remodeling tulang. Namun mekanisme kerusakan periapikal gigi masih menjadi perdebatan sampai sekarang.

Ilmu Konservasi Gigi adalah ilmu yang mempelajari kelainan  pada jaringan keras gigi, pulpa dan periapeks dengan perawatan secara preventif, promotif, kuratif, dan rehabilitatif untuk mengembalikan fungsi gigi dalam sistem stomatognatik.

Ilmu Konservasi Gigi meliputi anatomi dan biologi jaringan keras, pulpa dan periapikal, kerusakan jaringan keras, penyakit pulpa dan periapikal, klasifikasi dan etiologi, alat, obat dan bahan untuk perawatan, mikrobiologi karies dan endodontic, asepsis sterilisasi dan isolasi, diagnosis dan interpretasi, teknik preparasi dan restorasi, macam dan teknik perawatan endodontik (konvensional dan bedah), penyebab kegagalan perawatan endodontik dan penanggulangannya.

 

 

B.       Rumusan Masalah

1.         Apa yang dimaksud dengan konservasi gigi ?

2.         Apa saja jenis alat-alat konservasi gigi ?

3.         Bagaimanakah fungsi  dari alat-alat konservasi gigi ?

4.         Bagaimanakah cara sterilisasi alat-alat konservasi gigi ?

 

C.      Tujuan

1.         Untuk mengetahui pengertian konservasi gigi

2.         Untuk mengetahui jenis-jenis alat konservasi gigi

3.         Untuk mengetahui fungsi dari alat-alat konservasi gigi

4.         Untuk mengetahui bagaimana cara sterilisasi alat-alat konservasi gigi

 


 

BAB II

PEMBAHASAN

 

A.      Pengertian Konservasi

Konservasi gigi adalah bidang spesialistik yang bertujuan untuk melakukan perawatan gigi serta mempertahankan gigi selama mungkin di dalam rongga mulut, sehingga estetika dan fungsi kunyah gigi dapat kembali normal. Perawatannya meliputin penambalan pada gigi yang berlubang, perawatan syaraf pada gigi yang sudah mati atau sisa akar, pemutihan gigi, perbaikan estetika pada gigi dan lain sebagainya.

 

B.       Jenis-Jenis Alat Konservasi Gigi

1.         Bur

a.         Bur round

Image result for gambar bur round

Gambar 2.2.1.1: bur round

Fungsinya :

Untuk membuat tempat masuk waktu preparasi kavita

Sterilisasi :

-            Di cuci bersih dan disterilkan

-            Disimpan pada tempat bur

b.        Bur fissure

Image result for gambar bur fissure

Gambar 2.2.1.2 : bur fissure

Fungsinya :

Melebarkan dinding kavitas waktu membuat preparasi

Sterilisasi :

-            Di cuci bersih dan disterilkan

-            Disimpan pada tempat bur

 

c.         Bur inverted cone

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjE5_pvQcP_6fVheM3tG2MDnoMNx1RceaxngiYvhdukSASTlNuF4jDbB3Hn5cnOJvTQzuUauqGIUrAougoSOIQ-oOebrfcrzaWzWvIaJhYpILekD7kA1y8S63WnC-MpL2CrUuF646tZ_HA/s320/inverted+cone.jpg

Gambar 2.2.1.3 : Bur inverted cone

Fungsinya :

-            Untuk meratakan  dasar kavitat 

-            Untuk membua potensi berupa undercut pada kavita

Sterilisasi :

Dicuci bersih dan sterilkan

2.         Spatel

a.       Cement spatel

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdLVD1I4EuNIuqxDxJYw7sZd1a-fJB_66TGUd4LktAwl-FVxahrPnljqtClSRXcu3wb70yltShaqcOMUTYO3AwhrW2cnYo3Y9KyRDRltc0_eDZGwgSUrdl4DsBW5eH1LBFRZcAC38ZElo/s1600/spatula.jpg

  Gambar 2.2.2.1 : Cement spatel

Fungsinya :

Untuk mengaduk cement atau fletcher diatas mixing slab

Sterilisasi :

Dicuci bersih dan disterilkan

 

 

b.      Agate spatel

  https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEihDx0YMtOVhR6fHBSiOCcRhHNB21GnHGWwtxS8z_4TW3tGv9ugg1_lAkO21c1Mzkjbs46JMpTU3XNznUCAfl99UEwXfZVo6HFWn0bikgD2EsXrgNZxItUDaIGedy9O2m8tHy6ixQShDNg/s1600/agate.jpg

     Gambar 2.2.2.2 : agate spatel

Fungsinya :

-       Untuk mengaduk bahan tambalan silikat atau gelas ionomer/composite.

-       Untuk mengaduk GIC

Sterilisasi :

Dicuci bersih dan disterilkan

3.         Mixing Slab

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyiOT7Aa8OKmLX-9Ve52Y_y-FXaWchjqoEwfnap3obqtyAThk41kc21zua7ctZCYxnx2DIfaU9fUqmp_r6Z3UUfgWvNZw_-A52KvAYCRk8uB7JtCisOUeC4lZkWvNI2Vq_hLzj9-Ge_Gw/s320/glass_mixing_slab_large.jpg

      Gambar 2.2.3 : mixing slab

Fungsinya :

Tempat mengaduk fletcher, semen phosfat dan silikat

Sterilisasi :

Dicuci bersih dan disterilkan

4.         Plastis Instrument

Plastic Filling Instrument #4

                                            Gambar 2.2.4 : plastis instrument

Fungsinya :

-          Untuk mengambil dan membawa bahan tambalan sementara, silikat, semen phosfat dari lempeng kaca kedalam Kavita

-          Untuk membentuk tambalan diatas pada bagian bukal,lingual,palatal dan aproximal

Sterilisasi :

Dicuci bersih dan sterilkan

5.         Cement Stopper

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhLAWMax3p2JOO6A0KHpikrxT5xBWc3YzbVljZHDBVM72kmC4OTnj4yUe3JBo5L-gxReUXEBRK_NQ35fCpsaj9HXfCYH6f_SppmHlKhR5_qxhClcmHoZghIzAagsV9D-Nc59fjzKyesRvM/s1600/cement-stopper-2x25mm.jpg

     Gambar 2.2.5 : cement stopper

Fungsinya :

Untuk memasukan dan meratakan semen lining (basis) kedalam Kavita

Sterilisasi :

Dicuci bersih,dan disimpan

6.         Amalgam Caries/Amalgam Pistol

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_FcvGQThjQVX4V1G8OutHnFHLFbcFHI42spWgPflNhaaEBNxhrj24OJufrCJFKPuaZC0n_TRxGKCN9gGeu-I69i8SGvzs1lpNHkpAK5ovEG432yyYTKR6I_75n52KjJMWU8Tr_LAA_io/s320/pistol+amalgam.jpg

Gambar 2.2.6 : amalgam caries/amalgam pistol

Fungsinya :

Untuk memasukkan amalgam kedalam kavita terutama untuk rahang atas.

Sterilisasi :

Dicuci bersih, disterilkan dan disimpan

 

 

7.         Amalgam Carver

Image result for gambar amalgam carver

             Gambar 2.2.7 : amalgam carver

Fungsinya :

Untuk mengukir/membentuk tumpatan amalgam yang disesuaikan dengan anatomi gigi

Sterilisasi :

Dicuci bersih, disterilkan dan disimpan

8.         Amalgam Flugger

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj58CcBV-26aTGpGCRXIs5Dl0Rr4rjvDha5GTOj0C2vyfXD2FKlcFAI6BisLU8BAhDceZiwKqwsz9LiqDmvhgPPPqJ8QYENPC4gjWDfl0f_A0OwNvdR905UD3SHlpkUk4B6wvnK69a2BLI/s1600/amalgam.jpg

            Gambar 2.2.8 : amalgam flugger

Fungsinya :

Untuk menekan amalgam kedalam kavita supaya padat

Sterilisasi :

Dicuci bersih, disterilkan dan dicuci bersih

9.         Burnisher

Image result for gambar burnisher

                         Gambar 2.2.9 : burnisher

Fungsinya :

Untuk menghaluskan tumpatan amalgam

Sterilisasi :

Dicuci bersih, disterilkan dan disimpan

10.     Mortar Dan Stamper

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3YwxLqPZlA9f5zf2Fd1szu3f_bI7m1Db5r1g_buidW0gA4QRBMBOSnsEblV4QAKWw5oW2Y_y5Hdb5zYuLaJ5Eig8jp5ypnta3ynKfPFyv-o3k-pjUJysCSaHZ_GFjnIw-_kxRRJjouDg/s320/mortar.jpg

Gambar 2.2.10 : Mortar dan stamper

Fungsinya :

Untuk mengaduk alloy dan air raksa (Hg)

Sterilisasi :

Dicuci bersih dan dikeringkan

11.     Amalgamator

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhD3NFajmJhnAkL_AHHAw3XkuWig0Nz95bRKHPdO2g4USSgU9QiGSuQ359NNFArr8C0WcvfEqFHtJMNvjqUZg3cAq8ZLsFefQTtjX1jusHfwb6RteI9ovJgWVEuOWe7quzfX9BmyC9SqMo/s1600/amalgamator.jpg

   Gambar 2.2.11 : Amalgamator

Fungsinya :

Untuk mengaduk alloy dan air raksa (Hg)         

Sterilisasi :

-            Jaga/awasi aliran listrik

-            Jangan ada bahan tumpatan yang tertinggal di alat tersebut

-            Gunakan sesuai petunjuk dari pabrik

 

 

 

 

12.     Timbangan Amalgam

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgZ6nzKDQPfe9L6kcq7adaoHwSI4NOR4MiTSE5l4mUCWLo9XNkiLVOVBnzSO3DDD7WEuu3JQn1isijLWogiGFnQ74JAOyiGbG_zTVAEg08CqOIhD0kJNcb4IeVKtQcYoEClmByeusr7hpM/s320/timbangan.jpg

Gambar 2.2.12 : Timbangan amalgam

Fungsinya :

Untuk menimbang alloy dan air raksa ( Hg)

Sterilisasi :

Setelah dipakai dibersihkan dari sisa-sisa ally dan air raksa(hg)

13.     Matrix

a.       Matrix dua permuakaan (ivory)

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGAJmoPsmAW02UnmcoKC0yecrcZfus3ofvhWAILyXRAJ5xEpi_xtyuuMcmQ039wzenEE-dfKAN5iLip3twYBvBl_RJoasgmbtdWqNqv9s62zNYNZCFkGTX9E9ughCIL91n36ZcWo99lck/s320/HTB1SrFoHVXXXXbfXVXXq6xXFXXX0.jpg

                            Gambar 2.2.13.1 : Matrik dua permukaan (ivory)

Fungsinya :

dipakai sebagai diinding sementara pada waktu penambalan kelas dua, untuk dua permukaan misalnya : MO, DO

Sterilisasi :

Dicuci bersih, disterilkan dan disimpan

b.      Matrix tiga permukaan( universal )

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhopqnn3NdUI4GdshU5IXXWSc9s1-mkO0zx3Q8dls2SCJyeUr13QyHOf82HfScEHYOkYXq557YL9xh6OZm1-XmWj9WuiS0XK0Kdl979BPNLndqOzV27Q7gudbUIpWv1Ievjkvsmh88AYY4/s320/Pract_1196_Paraband-Tofflemire-Matrix-Band_281161_p_Web.jpg

Gambar 2.2.13.2 : matrix untuk tiga prmukaan (universal)

Fungsinya :

Untuk tiga permukaan (MOD)

Sterilisasi :

Dicuci bersih, disterilkan dan disimp

14.     Celluloid Strip

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhEOPkbQDZ4JeDGbYaBWb2e9rn6XLPp8QxDt88kIrlr6SKJVejpExFdm6skwbZ3tmNKVpm8BxJnh6Tc9SypprqXUza5rS9SnHnXngwltQ4ntgyDx-vIUk31F2398cPVO9ZXgGg4ZeI4B70/s320/celluloid.jpg

        Gambar 2.2.14 : celluloid strip

Fungsinya :

Sebagai didmding sementara pada waktu penambalan silikat (bagian aproximal)

Sterilisasi :

Setelah dipakai langsung dibuang

15.     Alat-Alat Poles

a.         Batu poles

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYc2TAU7T-uhVnyNFrF9bRICEpDB8_K414afMiHe4rBIpxlaiE_k85zeSrWYalAoQhuhHDwbg1cs9qbGwCmgiRaVS4SViRa-5t7vsQWN7pkAt-1bsaxc2Ez2SJKXMrzNnC_E2CEPHeQaY/s320/batuu.jpg

Gambar batu poles 2.2.15.1: batu poles

Fungsihnya :

-       Untuk mengambil tumpatan amalgam yang berlebihan

-       Pada pembuatan protesa, untuk mengambil bahan-bahan akrilik yang berlebihan

-       Batu poles yang putih untuk memoles tambalan silikat glasss ionomer/composite

Sterilisasi :

Setelah dipakai dibersihkan dari sisa-sisa amalgam, silikat/bahan protesa

b.        Finnier bur

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjmxq_xDpYqODwVr3T8iJN9R7Rmwm9-lfepw-RpUZXFHt6PnacDlW1oWiPNJLeyFnEHgHjWQrBJfVYQ8Y40RlsvYcQX9YsTLt5G3LuLZIDncU9F_RKgBkbbCb3TmCKfHyagKzYkRaU60h0/s1600/finier.jpg

           Gambar 2.2.15.2 : finier bur

Fungsinya :

Untuk memoles tambalan amalgam, membentuk dan membuat tumpatan sedemikian sehingga sesuai dengan bentuk gigi semula serta membuat tumpatan mengkilap

Sterilisasi :

Dicuci bersih, disterilkan dan dicuci bersih

c.         Sikat poles/bristle brush

       https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKJXHip2SWvTsAeL3hl-gMZbF_IPx5XrZ99FRzALmThQJz-DdhlzIOyKhk8mCiERgT2XQumdT3R-Qk4D6T3drfDINMaqX4TGSIKscwb3MbTelhkjxLyO6dJIUhumecIwkRJAGbHpqcnkQ/s320/bristle.jpg

            Gambar 2.2.15.3 : sikat poles/bristle brush

Fungsinya :

-       Untuk membuat tumpatan amalgam menjadi bersih dan mengkilap

-       Untuk membersihkan gigi dari plak

Sterilisasi :

Di cuci bersih dan disterilkan

 

d.        Rubber cup

                        https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjOHEK0t7BM9AzR9e3o6Qwtls7HE8_7cjeR3Tpte-1Q-RCUfmEguA1IvfdDjBjczMAGmRSgmgEz-PyyBIBBagX7Z3STmEBEimrwDlfHeB6haDMkNIX3M-9jrMOnd88iucCEgWXlTavW89o/s320/ruber+cup.jpg            

Gambar 2.2.15.4 : Rubber cup

Fungsinya :

Untuk memoles tumpatan dan disterilkan agar mengkilap

Sterilisasi :

Dicuci bersih . disterilkan dan dicuci bersih.

16.     Finishing Strip

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjwPDsrw5xmfHnNxUJk9jnUcBfqdlwtPnePsHxWaSSfXBmU3BmDtlY1ASAgkGsVGhc2rmV_2vUN02lqXyF0cZL84JJFNPHf-qSvUps3X7_LPX9asDJtohpK04E29XaYJAmnHXPhJyY5Mjo/s320/finishing.jpg

Gambar 2.2.16 : finishing strip

Fungsinya :

untuk memoles tumpatan silikat

Sterilisasi :

Alat ini sekali pakai dan langsung dibuang

17.     Check Retractor

Image result for GAMBAR CHECK RETRAKTOR

 Gambar 2.2.17 : check retractor

Fungsinya :

Untuk menahan pipi

 

Sterilisasi :

Sekali pakai

18.     Gunting

 Image result for gunting bedah  

Gambar 2.2.18 : Gunting kecil

fungsinya :

Untuk memotong celluloid stri

Strilisasi :

Dicuci bersih dan disterilkan

19.      Deppen Glass

Image result for gambar deppen glas

               Gambar 2.2.19 : Deppen glass

Fungsinya :

Tempat meletakan bur

Sterilisasi :

Dicuci bersih kemudian di lap menggunakan kain bersih atau tisu

20.     Petridisk

Image result for GAMBAR PETRIDISH

                  Gambar 2.2.20 : Petridisk

Fungsinya :

Tempat meletakan jarum

Sterilisasi :

Dicuci dan dan disterilkan

21.     Tang Pencabutan Gigi Permanen RA

a.         Tang mahkota gigi anterior RA permanen

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDA9xXFSsy2vmwUSfejd1kZhvvyI2mOtTVFnNbiOhj35GviUDQmHZL65KjtBsTF6rNNGjUDtwb61pT8E1sJUsOPUDn3qRxCDdATqn2MEQrRDDZz0Iq9g5dCDN338IDQzHTPFotbSOe7lM/s1600/m+anterior+ra+per.jpg

Gambar 2.2.21.1: tang mahkota gigi anterior RA permanen

Fungsinya :

Untuk mencabut mahkota gigi anterior rahang ats permanen (incisivus dan caninus)

Sterilisasi :

Dicuci bersih, dterilkan kemudian disimpan

b.         Tang mahkota gigi premolar RA pernanen

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQKHviY_E1fmbNnL6wE27ww4NUQ0NQKkpx0hH7MCATeD1moKa0M56GBsrPpZjsjiRbCvh-R-eyqba1pt0nMAR8Or_-R1jHnlCM1d9UCCuIpGp59E-mdiW1jbI0OaIcvPRvFc0lioiXvZk/s320/m+premolar+ra+per.jpg

Gambar 2.2.21.2: tang mahkota gigi premolar RA permanen

Fungsinya :

Untuk mencabut mahkota gigi premolar rahang atas permanen

Sterilisasi :

Dicuci bersih, dterilkan kemudian disimpan

c.          Tang mahkota gigi molar 1 dan molar 2 RA permanen

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjZ5b_1bhac2d4hv9CUnK55_LvYvzzsOPEw3d8uqzNNxf7JDq2bUcWHCCQc_IVgOE8LDXn4h1FAiuiSM7bKt7ds9o0rAAebEEoWFkZOL5Ib3WWXgTO0Ad0zXmsSr22IWR94xeJSnXCj1e0/s320/m+molar+1+2+ra+per.jpg

Gambar 2.2.21.3: tang mahkota gigi molar 1 dan molar 2 RA permanen

Fungsinya :

Untuk mencabut mahkota gigi molar 1 dan molar 2 RA permanen

Sterilisasi :

Dicuci bersih, dterilkan kemudian disimpan

d.        Tang mahkota gigi molar 3 RA permanen

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWY1_n3aGTZPTbcdWicvQAmF2ucD4zxp6inFoEoaezdVCQ7Q9BNbK0Dkp_0NQKUvoTlxSOmtVPsqLhdylX8y98LHgppaHXqLV0WJoOAfoq6kGVBDAfgay7_mpJuSh-Eu_Mp5ae6JbUbGY/s320/mahkota+bayonet+m3+ra+per.jpg

Gambar 2.2.21.4: tang mahkota gigi molar 3 RA permanen

Fungsinya :

Untuk mencabut mahkota gigi molar 3 rahang atas permanen

Sterilisasi :

Dicuci bersih, dterilkan kemudian disimpan

e.         Tang akar gigi anterior RA permanen

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEic7bDW4uiwDbPN4PHhXYiu5LvWDTSVkKof5BLgeOjjuUUwlWQ3ECgvE8LdXMTnPuILrzJb3VSmINP_yVaHtJ8TSAUJh_oAiSB_y5OLMUB_OkBdU7l3yIrYBQGjokGkMWCRhgrU223lvE4/s320/akar+anterior+per.jpg

Gambar 2.2.21.5 : tang akar gigi anterior RA permanen

Fungsinya:

Untuk mencabut akar gigi anterior rahang atas permanen

Sterilisasi :

Dicuci bersih, dterilkan kemudian disimpan

f.          Tang akar gigi posterior RA permanen

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjA11Dsan41_1QWU2Py2rbO5BIihHjcBMt4573XjI57ICcUJaEHgsLsf1UsPjz3eTxxPoKhp4ou2YKl0WEqXfXz59_lFbUG0UxVoyZqHlljkMS5UHsYp_0c7zaLBUJL2T5zuVo9OXW0-TE/s320/a+posterior+ra+per.jpg                                

Gambar 2.2.21.6: tang akar gigi posterior permanen

Fungsinya :

Untuk mencabut akar gigi posterior rahang atas

Sterilisasi :`

Dicuci bersih, dterilkan kemudian disimpan

22.     Tang Pencabutan Gigi Permanen Rahang Bawah

a.         Tang mahkota gigi anterior RB permanen

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg6HWqzirg8PhEnZyqO2Sjplo_QYzh4-bnGfdht6rAEjOzTVPU_kpDcCzV85J_1cW75qa4vCss6vcLg6VX3IansuIVbU5MmTQcpxT3IDxV9NlywTwyEdXCLmCnuWUfD2XE9qNxmnbb0dV8/s320/m+aterior+rb+per.jpg

Gambar 2.2.22.1 : tang mahkota gigi anterior RB permanen

Fungsinya :

Untuk mencabut mahkota gigi anterior rahang bawah permanen (incisivus dan caninus)

Sterilisasi :

Dicuci bersih, dterilkan kemudian disimpan

b.        Tang mahkota gigi premolar RB permanen

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjOjSh8wEBvpL4Hz4Qz0DmHVtoNhyphenhypheneem0MV9domrH7Vzn2J9zLKI-p8MquF5IBYQL6SBiJcPAfEZxXkkZ4qSFPHo5ob3LKj7wGXxc16nvsVStDbTtm27RfPfK-IU_FffuQvkFr-YnUr8Wk/s320/p+rb.jpg

Gambar 2.2.22.2 : tang mahkota gigi premolar RB permanen

Fungsinya :

Untuk mencabut mahkota gigi premolar rahang bawah permanen

Sterilisasi :

Dicuci bersih, dterilkan kemudian disimpan

c.         Tang mahkota gigi posterior (molar ) RB permanen

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhy3bUJeuCehXAyByTGAnKY-g6_FaTNGaAsUl60Cfqunid_s5oV1tTAxfoIgmsKXi2eyuBUCVl7PY9j9pRl6pai7SZDCK46IHew2InMn9cA11zYYhOr4Dymy-rOEKjuijGwzt5V0AJfEww/s1600/m+molar+rb+per.jpg

Gambar 2.2.22.3: tang mahkota gigi posterior (molar) RB permanen

Fungsinya :

Untuk mencabut mahkota gigi posterior ( molar ) rahang bawah permanen

Sterilisasi :

Dicuci bersih, dterilkan kemudian disimpan

d.        Tang akar gigi anterior dan posterior RB

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjZondm2GoAvR0PhQZarM_0aDZU4uQLqX8RLsp7TKbOIlUfUfCpPoSapuLJHku46dgDi4kvvhXlQ7I2lt1tywUhXLhfS5pG0NCOhPU6AUZzydr_52O_uuIdhB46KAQBu50OnIpwr1ZgRMY/s320/akar+anterior+rb+per.jpg

Gambar 2.2.22.4 : tang akar gigi anterior dan posterior RB permanen

Fungsinya :

Untuk mencabut akar gigi rahang bawah permanen

Sterilisasi :

Dicuci bersih, dterilkan kemudian disimpan

23.     Tang Pencabutan Gigi Susu/Decidui Rahang Atas

a.         Tang mahkota gigi anterior RA decidui

   https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMcLLTlzNUNV_3GjM8BaBah2gem7O4fha3ozuwZNyLR3EDDhoVGfni4_wccwDY1XxNJKskFJuvwp3AnFoKQ78aEzk5wltC_rAXfD6hUS2rYlXOxZNuTzBD1otqzEMQLvx9hwLAquyPTlo/s320/tang+mahkota+anak+ra.jpg                     

Gambar 2.2.23.1 : tang mahkota gigi anterior RA decidui

Fungsinya :

Untuk mencabut mahkota gigi anterior rahang atas decidui ( incisivus dan caninus )

Sterilisasi :

Dicuci bersih, dterilkan kemudian disimpan

b.        Tang mahkota gigi posterior molar RA decidui

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiEanHn9KcYjkFRl_6k9b4BhNjbaDseKDuTCZq3joXnIvsQMWpMTTzmgggB4pLyUTUTfJjtofE6tUi7tgqPStUzWJM1zrisk7LUE4rCv3rckkmiHECdUGJ-qCt9MEMAL7nqE4qGUQ0F4Ks/s1600/bayonet+anak.jpg                

Gambar 2.2.23.2 : tang mahkota gigi posterior molar RA decidui

Fungsinya :

Untuk mencabut mahkota gigi posterior molar rahang atas decidui

Sterilisasi :

Dicuci bersih, dterilkan kemudian disimpan

c.         Tang akar gigi anterior RA decidui

Image result for gambar tang akar gigi anterior ra desidui

Gambar 2.2.23.3 : tang akar gigi anterior RA decidui

Fungsinya :

Untuk mencabut akar gigi anterior rahang atas decidui

Sterilisasi :

Dicuci bersih, dterilkan kemudian disimpan

d.        Tang akar gigi posterior RA decidui

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhcv22VLqTMKfFdhwfzVVz5g3hAG_UmS0hjNy-02SYAC_umbcpxDwPewR-eykfukd6sVwuvOHfFUqg95Pu494e1ThKSnnXTsNM0b_WMDl1bkfjj3Tvq2Zb4nz52IAr4T-G05I8LF4GDTrI/s320/akar+anak+posterior.jpg

Gambar 2.2.23.4 : tang gigi posterior RA decidui

Fungsinya :

Untuk mencabut akar gigi posterior rahang atas decidui

Sterilisasi :

Dicuci bersih, dterilkan kemudian disimpan

24.     Tang Pencabutan Gigi Susu Rahang Bawah

a.         tang mahkota gigi anterior RB decidui

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJZ_jU5dV1HUp68974THGx-g5-MCutDeZBB4_BrNUjQsltpTXJocKW9-E-WK0pKrQDiENSTjy8z0x5lQ0bu88GPKhTwL_a27grg2WzE1X8GCepqHrmA0Bfxm31BGxdSQN-4msRr41nh7w/s320/mahkota+anak+anterior+rb.jpg

Gambar 2.2.24.1 : tang mahkota gigi anterior RB decidui

Fungsinya :

untuk mencabut mahkota gigi anterior rahang bawah decidui

sterilisasi :

Dicuci bersih, dterilkan kemudian disimpan

b.        Tang mahkota gigi posterior (molar) RB decidui

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhVmL7ADjbusjLAtw9dNYDEUujsdoU4o8f1rCnZN7QGT6JXgsSgipjIBFpyHsIZukzhXIH8NPJwJaQIT3wAnDS0yoQm0FpX9hP8ZZDJ-eiO73dmQQsFGbwtttjFIXoqc4VrAkO4B7A_WMY/s320/molar+anak.jpg

Gambar 2.2.24.2 : tang mahkota gigi posterior (molar) RB decidui

Fungsinya :

Untuk mencabut mahkota gigi posterior (molar) rahang bawah decidui

Sterilisasi :

Dicuci bersih, disterilkan dan disimpan

c.         Tang akar gigi anterior dan posterior RB decidui

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4LgACYnz1WCeCXJpSBlYQeUngIOaxKDxv_GNyeRjsHqSlCfL57Aez0wCx5MAxR82nl1JFCLz7IXkXZbGsR7HFyFzm5RKC_mdH1hzAH_TwfjQ8wRxEboh-8_TT8gHf6A1jtenDchMbRXU/s320/tang+akar+anak+rb.jpg     

Gambar 2.2.24.3 : tang akar gigi anterior dan posterior RB decidui

Fungsinya :

Untuk mencabut akar gigi anterior dan posterior rahang bawah decidu

Sterilisasi :

Dicuci bersih, disterilkan dan disimpan


 

BAB III

PENUTUP

 

 

A.      KESIMPULAN

Dari makalah ini kita bisa menyimpulkan bahwa konservasi gigi adalah bidang spesialistik yang bertujuan untuk melakukan perawatan gigi serta mempertahankan gigi selama mungkin di dalam rongga mulut, sehingga estetika dan fungsi kunyah gigi dapat kembali normal. Perawatannya meliputin penambalan pada gigi yang berlubang, perawatan syaraf pada gigi yang sudah mati atau sisa akar, pemutihan gigi, perbaikan estetika pada gigi dan lain sebagainya.

 

B.       SARAN

Dalam penyusunan makalah ini kami menyadari bahwa begitu banyak kekurangan, untuk itu kami memohon kritikan dan saran  kepada bapak ibu dosen dan teman teman sekalian agar kami lebih semangat lagi dalam pembuatan makalah berikutnya.


ingin download file MS WORD silahkan klik DISINI

0 comments:

Post a Comment