BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Mempertahankan gigi selama mungkin di dalam rongga
mulut merupakan salah satu tujuan kesehatan gigi, khususnya di bidang ilmu
konservasi gigi. Idealnya gigi dalam keadaan utuh, vital dan berfungsi dengan
baik, tetapi selama pemakaian dapat terjadi kerusakan pada email dan dentin
yang pada akhirnya melibatkan jaringan pulpa. Umumnya pasien datang ke dokter
gigi jika sudah merasakan sakit atau dengan kerusakan yang parah. Data yang
dikeluarkan Depkes RI dari RisKesDa tahun 2007 menunjukkan bahwa 72,1% penduduk
Indonesia mempunyai pengalaman gigi berlubang (karies) dan sebanyak 46,5%
diantaranya adalah karies aktif yang belum dirawat.
Karies merupakan jalan masuk mikroorganisme ke dalam
ruang pulpa. Kerusakan gigi yang melibatkan jaringan pulpa dapat disebabkan
oleh agen fisik, kimiawi dan bakterial. Agen bakterial merupakan penyebab
paling umum kerusakan pulpa. Kerusakan dapat bersifat reversibel maupun
ireversibel tergantung dari kemampuan pulpa untuk memperbaiki diri.Infeksi
pulpa dapat menyebabkan perkembangan inflamasi yang seringkali diikuti oleh
nekrosis jaringan pulpa, yang dapat menyebabkan infeksi kronis, penyebaran
inflamasi ke apikal gigi, dan pembentukan lesi yang disertai resorpsi tulang
periapical. Kerusakan periapikal memegang peranan terhadap kegagalan perawatan
saluran akar gigi. Kegagalan perawatan saluran akar ditandai dengan
berlanjutnya resorpsi jaringan periapikal. Resorpsi yang berlebihan akan
mengganggu keseimbangan proses remodeling tulang. Namun mekanisme kerusakan
periapikal gigi masih menjadi perdebatan sampai sekarang.
Ilmu Konservasi Gigi adalah ilmu
yang mempelajari kelainan pada jaringan
keras gigi, pulpa dan periapeks dengan perawatan secara preventif, promotif,
kuratif, dan rehabilitatif untuk mengembalikan fungsi gigi dalam sistem
stomatognatik.
Ilmu Konservasi Gigi meliputi
anatomi dan biologi jaringan keras, pulpa dan periapikal, kerusakan jaringan
keras, penyakit pulpa dan periapikal, klasifikasi dan etiologi, alat, obat dan
bahan untuk perawatan, mikrobiologi karies dan endodontic, asepsis sterilisasi
dan isolasi, diagnosis dan interpretasi, teknik preparasi dan restorasi, macam
dan teknik perawatan endodontik (konvensional dan bedah), penyebab kegagalan
perawatan endodontik dan penanggulangannya.
B. Rumusan Masalah
1.
Apa yang dimaksud dengan
konservasi gigi ?
2.
Apa saja jenis alat-alat
konservasi gigi ?
3.
Bagaimanakah fungsi dari alat-alat konservasi gigi ?
4.
Bagaimanakah cara sterilisasi
alat-alat konservasi gigi ?
C. Tujuan
1.
Untuk mengetahui pengertian
konservasi gigi
2.
Untuk mengetahui jenis-jenis alat
konservasi gigi
3.
Untuk mengetahui fungsi dari
alat-alat konservasi gigi
4.
Untuk mengetahui bagaimana cara
sterilisasi alat-alat konservasi gigi
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Konservasi
Konservasi gigi adalah
bidang spesialistik yang bertujuan untuk melakukan perawatan gigi serta mempertahankan gigi
selama mungkin di dalam rongga mulut, sehingga estetika dan fungsi kunyah gigi
dapat kembali normal. Perawatannya meliputin penambalan pada gigi yang
berlubang, perawatan syaraf pada gigi yang sudah mati atau sisa akar, pemutihan
gigi, perbaikan estetika pada gigi dan lain sebagainya.
B.
Jenis-Jenis Alat Konservasi
Gigi
1.
Bur
a.
Bur round

Gambar 2.2.1.1: bur round
Fungsinya :
Untuk membuat tempat masuk waktu preparasi kavita
Sterilisasi :
-
Di cuci bersih dan disterilkan
-
Disimpan pada tempat bur
b.
Bur fissure

Gambar 2.2.1.2 : bur fissure
Fungsinya :
Melebarkan dinding kavitas waktu membuat preparasi
Sterilisasi :
-
Di cuci bersih dan
disterilkan
-
Disimpan pada tempat bur
c.
Bur inverted cone

Gambar 2.2.1.3 : Bur inverted cone
Fungsinya :
-
Untuk meratakan dasar kavitat
-
Untuk membua potensi
berupa undercut pada kavita
Sterilisasi :
Dicuci bersih dan sterilkan
2.
Spatel
a. Cement spatel

Gambar 2.2.2.1 : Cement spatel
Fungsinya :
Untuk mengaduk cement atau fletcher diatas mixing slab
Sterilisasi :
Dicuci bersih dan disterilkan
b. Agate spatel

Gambar 2.2.2.2 : agate spatel
Fungsinya :
- Untuk mengaduk bahan tambalan silikat atau
gelas ionomer/composite.
-
Untuk
mengaduk GIC
Sterilisasi :
Dicuci bersih dan disterilkan
3.
Mixing Slab

Gambar 2.2.3 : mixing slab
Fungsinya :
Tempat mengaduk fletcher, semen phosfat dan
silikat
Sterilisasi :
Dicuci bersih dan disterilkan
4.
Plastis Instrument

Gambar
2.2.4 : plastis
instrument
Fungsinya :
-
Untuk mengambil dan membawa bahan
tambalan sementara, silikat, semen phosfat dari lempeng kaca kedalam Kavita
-
Untuk membentuk tambalan diatas
pada bagian bukal,lingual,palatal dan aproximal
Sterilisasi :
Dicuci bersih dan sterilkan
5.
Cement Stopper

Gambar
2.2.5 : cement
stopper
Fungsinya :
Untuk memasukan dan meratakan semen lining
(basis) kedalam Kavita
Sterilisasi :
Dicuci bersih,dan disimpan
6.
Amalgam Caries/Amalgam Pistol

Gambar 2.2.6 : amalgam
caries/amalgam pistol
Fungsinya :
Untuk memasukkan amalgam kedalam kavita
terutama untuk rahang atas.
Sterilisasi :
Dicuci bersih, disterilkan dan disimpan
7.
Amalgam Carver

Gambar 2.2.7 : amalgam carver
Fungsinya :
Untuk mengukir/membentuk tumpatan amalgam yang
disesuaikan dengan anatomi gigi
Sterilisasi :
Dicuci bersih, disterilkan dan disimpan
8.
Amalgam Flugger

Gambar 2.2.8 : amalgam flugger
Fungsinya :
Untuk menekan amalgam kedalam kavita supaya
padat
Sterilisasi :
Dicuci bersih, disterilkan dan dicuci bersih
9.
Burnisher

Gambar 2.2.9 : burnisher
Fungsinya :
Untuk menghaluskan tumpatan amalgam
Sterilisasi :
Dicuci bersih, disterilkan dan disimpan
10. Mortar Dan Stamper

Gambar 2.2.10 : Mortar dan
stamper
Fungsinya :
Untuk mengaduk alloy dan air raksa (Hg)
Sterilisasi :
Dicuci bersih dan dikeringkan
11. Amalgamator

Gambar 2.2.11 : Amalgamator
Fungsinya :
Untuk mengaduk alloy dan air raksa (Hg)
Sterilisasi :
-
Jaga/awasi
aliran listrik
-
Jangan
ada bahan tumpatan yang tertinggal di alat tersebut
-
Gunakan
sesuai petunjuk dari pabrik
12. Timbangan Amalgam

Gambar 2.2.12 : Timbangan amalgam
Fungsinya :
Untuk menimbang alloy dan air raksa ( Hg)
Sterilisasi :
Setelah dipakai dibersihkan dari sisa-sisa ally
dan air raksa(hg)
13. Matrix
a. Matrix dua permuakaan (ivory)

Gambar 2.2.13.1 : Matrik dua
permukaan (ivory)
Fungsinya :
dipakai sebagai diinding sementara pada waktu
penambalan kelas dua, untuk dua permukaan misalnya : MO, DO
Sterilisasi :
Dicuci bersih, disterilkan dan disimpan
b. Matrix tiga permukaan( universal )

Gambar
2.2.13.2 : matrix
untuk tiga prmukaan (universal)
Fungsinya :
Untuk tiga permukaan (MOD)
Sterilisasi :
Dicuci bersih, disterilkan dan disimp
14. Celluloid Strip

Gambar 2.2.14 : celluloid strip
Fungsinya :
Sebagai didmding sementara pada waktu
penambalan silikat (bagian aproximal)
Sterilisasi :
Setelah dipakai langsung dibuang
15. Alat-Alat Poles
a.
Batu
poles

Gambar
batu poles 2.2.15.1: batu poles
Fungsihnya :
-
Untuk
mengambil tumpatan amalgam yang berlebihan
-
Pada
pembuatan protesa, untuk mengambil bahan-bahan akrilik yang berlebihan
-
Batu
poles yang putih untuk memoles tambalan silikat glasss ionomer/composite
Sterilisasi :
Setelah dipakai dibersihkan dari sisa-sisa
amalgam, silikat/bahan protesa
b.
Finnier
bur

Gambar 2.2.15.2 : finier bur
Fungsinya :
Untuk memoles tambalan amalgam, membentuk dan
membuat tumpatan sedemikian sehingga sesuai dengan bentuk gigi semula serta
membuat tumpatan mengkilap
Sterilisasi :
Dicuci bersih, disterilkan dan dicuci bersih
c.
Sikat
poles/bristle brush

Gambar
2.2.15.3 : sikat
poles/bristle brush
Fungsinya :
-
Untuk
membuat tumpatan amalgam menjadi bersih dan mengkilap
-
Untuk
membersihkan gigi dari plak
Sterilisasi :
Di cuci bersih dan disterilkan
d.
Rubber
cup
Gambar 2.2.15.4 : Rubber cup
Fungsinya :
Untuk memoles tumpatan dan disterilkan agar
mengkilap
Sterilisasi :
Dicuci bersih . disterilkan dan dicuci bersih.
16. Finishing Strip

Gambar
2.2.16 : finishing
strip
Fungsinya :
untuk memoles tumpatan silikat
Sterilisasi :
Alat ini sekali pakai dan langsung dibuang
17. Check Retractor

Gambar 2.2.17 : check retractor
Fungsinya :
Untuk menahan pipi
Sterilisasi :
Sekali pakai
18. Gunting
Gambar
2.2.18 : Gunting kecil
fungsinya
:
Untuk
memotong celluloid stri
Strilisasi
:
Dicuci
bersih dan disterilkan
19. Deppen Glass

Gambar 2.2.19
: Deppen
glass
Fungsinya :
Tempat meletakan bur
Sterilisasi :
Dicuci bersih kemudian di lap menggunakan kain
bersih atau tisu
20. Petridisk

Gambar 2.2.20 : Petridisk
Fungsinya :
Tempat meletakan jarum
Sterilisasi :
Dicuci dan dan disterilkan
21. Tang Pencabutan Gigi Permanen RA
a.
Tang
mahkota gigi anterior RA permanen

Gambar 2.2.21.1: tang mahkota gigi anterior RA
permanen
Fungsinya :
Untuk mencabut mahkota gigi anterior rahang ats
permanen (incisivus dan caninus)
Sterilisasi :
Dicuci bersih, dterilkan kemudian disimpan
b.
Tang
mahkota gigi premolar RA pernanen

Gambar 2.2.21.2: tang mahkota gigi premolar RA
permanen
Fungsinya :
Untuk mencabut mahkota gigi premolar rahang
atas permanen
Sterilisasi :
Dicuci bersih, dterilkan kemudian disimpan
c.
Tang
mahkota gigi molar 1 dan molar 2 RA permanen

Gambar
2.2.21.3: tang mahkota gigi molar 1 dan molar 2 RA permanen
Fungsinya :
Untuk mencabut mahkota gigi molar 1 dan molar 2
RA permanen
Sterilisasi :
Dicuci bersih, dterilkan kemudian disimpan
d.
Tang
mahkota gigi molar 3 RA permanen

Gambar 2.2.21.4: tang mahkota gigi molar 3 RA
permanen
Fungsinya :
Untuk mencabut mahkota gigi molar 3 rahang atas
permanen
Sterilisasi :
Dicuci bersih, dterilkan kemudian disimpan
e.
Tang
akar gigi anterior RA permanen

Gambar 2.2.21.5 : tang akar gigi anterior RA
permanen
Fungsinya:
Untuk mencabut akar gigi anterior rahang atas
permanen
Sterilisasi :
Dicuci bersih, dterilkan kemudian disimpan
f.
Tang
akar gigi posterior RA permanen
Gambar
2.2.21.6: tang
akar gigi posterior permanen
Fungsinya :
Untuk mencabut akar gigi posterior rahang atas
Sterilisasi :`
Dicuci bersih, dterilkan kemudian disimpan
22. Tang Pencabutan Gigi Permanen Rahang Bawah
a.
Tang
mahkota gigi anterior RB permanen

Gambar 2.2.22.1 : tang mahkota gigi anterior
RB permanen
Fungsinya :
Untuk mencabut mahkota gigi anterior rahang
bawah permanen (incisivus dan caninus)
Sterilisasi :
Dicuci bersih, dterilkan kemudian disimpan
b.
Tang
mahkota gigi premolar RB permanen

Gambar 2.2.22.2 : tang
mahkota gigi premolar RB permanen
Fungsinya :
Untuk mencabut mahkota gigi premolar rahang
bawah permanen
Sterilisasi :
Dicuci bersih, dterilkan kemudian disimpan
c.
Tang mahkota
gigi posterior (molar ) RB permanen

Gambar
2.2.22.3: tang
mahkota gigi posterior (molar) RB permanen
Fungsinya :
Untuk mencabut mahkota gigi posterior ( molar )
rahang bawah permanen
Sterilisasi :
Dicuci bersih, dterilkan kemudian disimpan
d.
Tang
akar gigi anterior dan posterior RB

Gambar 2.2.22.4 : tang
akar gigi anterior dan posterior RB permanen
Fungsinya :
Untuk mencabut akar gigi rahang bawah permanen
Sterilisasi :
Dicuci bersih, dterilkan kemudian disimpan
23. Tang Pencabutan Gigi Susu/Decidui Rahang Atas
a.
Tang
mahkota gigi anterior RA decidui
Gambar 2.2.23.1 : tang
mahkota gigi anterior RA decidui
Fungsinya :
Untuk mencabut mahkota gigi anterior rahang
atas decidui ( incisivus dan caninus )
Sterilisasi :
Dicuci bersih, dterilkan kemudian disimpan
b.
Tang
mahkota gigi posterior molar RA decidui
Gambar 2.2.23.2 : tang mahkota gigi posterior
molar RA decidui
Fungsinya :
Untuk mencabut mahkota gigi posterior molar
rahang atas decidui
Sterilisasi :
Dicuci bersih, dterilkan kemudian disimpan
c.
Tang
akar gigi anterior RA decidui

Gambar 2.2.23.3 : tang
akar gigi anterior RA decidui
Fungsinya :
Untuk mencabut akar gigi anterior rahang atas
decidui
Sterilisasi :
Dicuci bersih, dterilkan kemudian disimpan
d.
Tang
akar gigi posterior RA decidui

Gambar 2.2.23.4 : tang
gigi posterior RA decidui
Fungsinya :
Untuk mencabut akar gigi posterior rahang atas
decidui
Sterilisasi :
Dicuci bersih, dterilkan kemudian disimpan
24. Tang Pencabutan Gigi Susu Rahang Bawah
a.
tang
mahkota gigi anterior RB decidui

Gambar 2.2.24.1 : tang
mahkota gigi anterior RB decidui
Fungsinya :
untuk mencabut mahkota gigi anterior rahang
bawah decidui
sterilisasi :
Dicuci bersih, dterilkan kemudian disimpan
b.
Tang
mahkota gigi posterior (molar) RB decidui

Gambar 2.2.24.2 : tang
mahkota gigi posterior (molar) RB decidui
Fungsinya :
Untuk mencabut mahkota gigi posterior (molar)
rahang bawah decidui
Sterilisasi :
Dicuci bersih, disterilkan dan disimpan
c.
Tang
akar gigi anterior dan posterior RB decidui
Gambar 2.2.24.3 : tang akar gigi anterior dan
posterior RB decidui
Fungsinya :
Untuk mencabut akar gigi anterior dan posterior
rahang bawah decidu
Sterilisasi :
Dicuci bersih, disterilkan dan disimpan
BAB
III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dari
makalah ini kita bisa menyimpulkan bahwa konservasi gigi adalah bidang
spesialistik yang bertujuan untuk melakukan perawatan gigi serta mempertahankan
gigi selama mungkin di dalam rongga mulut, sehingga estetika dan fungsi kunyah
gigi dapat kembali normal. Perawatannya meliputin penambalan pada gigi yang
berlubang, perawatan syaraf pada gigi yang sudah mati atau sisa akar, pemutihan
gigi, perbaikan estetika pada gigi dan lain sebagainya.
B.
SARAN
Dalam
penyusunan makalah ini kami menyadari bahwa begitu banyak kekurangan, untuk itu
kami memohon kritikan dan saran kepada
bapak ibu dosen dan teman teman sekalian agar kami lebih semangat lagi dalam
pembuatan makalah berikutnya.
ingin download file MS WORD silahkan klik DISINI
0 comments:
Post a Comment