Friday, September 30, 2022

PENGARUH SENAM KEBUGARAN JASMANI DALAM MENGOPTIMALKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR PADA ANAK USIA DINI

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

 

1.1         Latar Belakang

Pendidikan Anak Usia Dini merupakan suatu jenjang pendidikan yang berfungsi untuk mengembangkan setiap kemampuan anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun dengan menciptakan suasana pembelajaran yang aktif, menarik, dan menyenangkan. Mengajarkan pembiasaan- pembiasaan yang akan berproses menjadi pembentukan perilaku yang nantinya akan berguna bagi kehidupan anak dikemudian hari.

Masa anak usia dini adalah masa dimana perkembangan fisik dan kemampuan anak berlangsung dengan sangat cepat tentunya dengan memberikan rangsangan dan latihan yang tepat untuk anak, salah satu perkembangan yang pada diri anak usia dini adalah perkembangan motoriknya. Banyak ahli mengatakan bahwa perkembangan motorik anak berhubungan dengan perkembangan kemampuan anak lainnya seperti perkembangan kognitif dan social emosional anak yang menentukan akan menjadi apa anak tersebut. Oleh sebab itu guru perlu mengembangkan kemampuan motorik anak tersebut agar anak dapat tumbuh dengan baik.

Menurut UU No. 20 tahun 2003, Pendidikan Anak Usia dini (PAUD) adalah suatu upaya pembinaan yang ditunjukan kepada anak sejak lahir sampai usia enam tahuh yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Pendidikan Anak Usia dini dapat dilakukan melalui jalur pendidikan formal, non formal maupun informal misalnya TK, KB, TPA, POS PAUD, dan lembaga lain yang sederajat. Melalui program pendidikan anak usia dini diharapkan dapat memfasilitasi perkembangan anak secara optimal.

Menurut Peraturan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor 137 tahun 2013 ada enam aspek yang harus dikembangkan adalah (1) nilai moral dan agama (2) fisik motorik (3) kognitif (4) bahasa (5) social emosional (6) seni.

PERMENDIKBUD Nomor 146 Tahun 2014 pasal 5 menjelaskan bahwa struktur kurikulum PAUD memuat program-program pengembangan. Pertama, program pengembangan nilai agama dan moral mencakup peruwudan suasana belajar untuk berkembangnya perilaku baik yang bersumber dari nilai agama dan moral serta bersumber  dari kehidupan bermasyarakat dalam konteks bermain.

Kedua, program pengembangan fisik-motorik mencakup perwujudan suasana untuk berkembangnya kematangan kinestestik dalam konteks bermain. Ketiga, program pengembangan kognitif mencakup perwujudan suasana untuk berkembangnya kematangan proses berpikir dalam konteks bermain.

Menurut Decaprio motorik kasar adalah gerakan tubuh yang yang menggunakan otot-otot besar atau sebagian besar otot yang ada dalam tubuh maupun bagian seluruh anggota tubuh yang dipengaruhi oleh kematangan tubuh.[1]

Adapun Menurut Gardner dalam Sujiono, motorik kasar melibatkan aktifitas otot tangan, kaki, dan seluruh tubuh anak. Gerakan ini mengandalkan kematangan dalam koordinasi, sehingga dengan berbagai gerakan motorik kasar yang dicapaiakan berguna bagi kehidupannya kelak.[2]

Adapun menurut penelitian Sri Swarsti, berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa kegiatan senam terbukti dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar siswa TK 02 Karanglo. Berdasarkan keseluruhan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang berbunyi “Kegiatan senam akan berdampak positif terhadap kemampuan motorik kasar anak di Taman Kanak-kanak 02 Karang lo Tawangmangu Karang anyar tahun pelajaran 2012/2013” telah terbukti kebenarannya.[3]

Sejalan dengan penelitian di atas, berdasarkan hasil observasi awal di TK DARMA WANITA Montong Baan ternyata kegiatan senam kebugaran bagi peserta didik  masih kurang maksimal dilakukan baik dari sisi kuantitas maupun kuwalitas, kita menyadari bahwasanya setiap unsur gerakan variatif pada senam kebugaran adalah upaya sangat efektif  untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak, namun, disatu sisi ironis dan menjadi tantangan bagi  sekolah dan tenaga pendidiknya dan para orang tua murid. Persoalan klasiknya adalah  senam kebugaran jasmani yang sama selalu diputar setiap hari dan jarangnya pergantian senam membuat anak merasa bosan dan malas untuk bergerak mengikuti irama serta intruksi dari pendidik dan lebih memilih untuk bermain bersama temannya karena anak merasa lebih menyenangkan untuk bermain dari pada mengikuti senam sehingga perkembangan motorik anak melalui senam belum mampu berkembang secara optimal. Dari permasalahan di atas maka peneliti mengambil judul PENGARUH SENAM KEBUGARAN JASMANI DALAM MENGOMPTIMALKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR PADA ANAK USIA DINI.

 

1.2         Identifikasi Masalah

1.             Keterampilan motorik kasar anak usia dini kurang dikembangkan oleh orang tua, dan guru di sekolah.

2.             Koordinasi mata, otot-otot tangan dan otot-otot kaki anak masih lemah.

3.             Keterampilan motorik kasar anak belum berkembang secara optimal.

4.             Kurangnya pengetahuan guru tentang motorik kasaranak

5.             Kurangnya pengetahuan guru dan orang tua tentang pentingnya suatu permainan untuk perkembangan anak

6.             Anak kurang tertarik dengan gerakan senam yang monoton

 

1.3         Batasan Masalah

Mengingat banyaknya faktor yang mempengaruhi motorik kasar anak dan keterbatasan waktu dan kemampuan peneliti, maka penelitian ini dibatasi masalah sebagai berikut:

1.             Objek pada penelitian ini adalah siswa laki-laki TK DARMA WANITA Montong Baan

2.             Faktor yang diteliti adalah kemampuan motorik kasar anak usia dini

3.             Senam kebugaran jasmani

 

1.4         Rumusan Masalah

Dari uraian latar belakang di atas, maka rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimanakah Pengaruh Senam Kebugaran Jasmani dalam Mengomptimalkan Kemampuan Motorik Kasar Pada Anak Usia Dini?

 

1.5         Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui berapa besar Pengaruh senam kebugaran jasmani dalam mengoptimalkan kemampuan motorik kasar pada anak usia dini.

 

1.6         Manfaat Penelitian

Adapun penelitian ini diharapkan bermanfaat seperti yang dijelaskan dibawah ini;

1.             Manfaat akademis

Sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan studi pada program studi pendidikan islam anak usia dini di STITNU Al-Mahsuni Lombok Timur.

2.             Manfaat teoritis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah informasi ilmiah untuk menambah teori-teori tentang mengoptimalkan kemampuan motorik kasar anak melalui pengaruh senam kebugaran jasmani pada anak usia dini, khususnya dalam bidang penelitian sejenis dimasa yang akan datang.

3.             Manfaat praktis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan bagi TK DARMA WANITA Montong Baan dalam mengoptimalkan keterampilan motorik kasar pada anak usia dini.

 


 

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

2.1         Kajian Teori

2.1.1   Kemampuan Motorik

Definisi Kemampuan Motorik Wardiman (2010:1) mengemukakan bahwa perkembangan motorik kasar adalah proses tumbuh kembang kemampuan gerak seorang anak. Pada dasarnya, perkembangan ini berkembang sejalan dengn kematangan saraf dan otot anak. Sehingga, setiap gerakan sesederhana apapun, adalah merupakan hasil pola interaksi yang kompleks dari berbagai bagian dan system dalam tubuh yang dikontrol oleh otak.[4]

     Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Motorik Anak, Perkembangan motorik anak usia dini perlu mendapatkan perhatian khusus dari guru. Hal ini perlu dilakukan agar anak dapat berkembang dengan baik sesuai dengan yang diharapkan. Erni (2012:2) mengemukakan bahwa ada banyak factor perlu diperhatikan karena mempengaruhi penguasaan keterampilan motorik pada anak. Selain factor kematangan alat- alat tubuh, hal yang tidak kalah penting adalah factor latihan dan pengalaman. Anak-anak usia pra sekolah terkadang masih membutuhkan dukungan dan dorongan untuk mengembangkan rasa percaya diri dan kemampuan melakukan kegiatan fisik.[5] Wardiman (2010:1) mengemukakan bahwa perkembangan motorik kasar adalah proses tumbuh kembang kemampuan gerak seorang anak. Pada dasarnya, perkembangan ini berkembang sejalan dengan kematangan saraf dan otot anak. Sehingga, setiap gerakan sesederhana apapun, adalah merupakan hasil pola interaksi yang kompleks dari berbagai bagian dan system dalam tubuh yang dikontrol oleh otak.

Berdasarkan beberapa pandangan ahli, dapat diambil kesimpulan bahwa kemampuan motorik adalah kemampuan unjuk kerja/tampilan seseorang yang dipengaruhi oleh factor kekuatan, kecepatan, dayatahan dan koordinasi, dengan demikian akan lebih mempermudah dalam melakukan keterampilan gerak.

2.1.2   Unsur-unsur Kemampuan Motorik

Menurut Odey kemampuan motorik kasar dipengaruh oleh beberapa unsur-unsur yaitu koordinasi, keseimbangan, ketangkasan, kelincahan, dan kecepatan.[6] Lain halnya menurut Bompa dalam Sukadiyanto, bahwa unsur-unsur dalam melakukan aktivitas gerak selalu mengandung unsure kekuatan, ketahanan, kecepatan, koordinasi, dan fleksibilitas.[7] Penjelasan unsur-unsur dalam melakukan aktivitas gerakyaitu: 

a.             Ketahanan (Endurance).

Definisi ketahanan ditinjau dari kerja otot adalah kemampuan kerja otot dalam jangka waktu tertentu sedangkan definisi ketahanan ditinjau dari system energy adalah kemampuan kerja organ-organ tubuh dalam jangka waktu tertentu. Definisi ketahanan yang digunakan jika ditinjau dari kerja otot, artinya daya tahan merupakan kemampuan kerja otot dalam jangka waktu yang relatif lama.

b.             Kekuatan.

Definisi kekuatan secara umum adalah kemampuan otot atau sekelompok otot untuk mengatasi beban atau tahanan, artinya kekuatan merupakan kemampuan otot-otot dalam mengatasi beban selama melakukan aktivitas. Perlu adanya latihan kekuatan dengan tujuan untuk mengurangi terjadinya cidera otot saat melakukan aktivitas.

c.             Kecepatan.

Definisi kecepatan adalah kemampuan untuk melakukan gerak atau serangkaian gerak secepat mungkin sebagai jawaban terhadap rangsang, artinya agar seseorang dapat bergerak cepat maka tergantung pada seberapa cepat reaksi saat awal gerak.

d.             Fleksibilitas.

Definisi fleksibilitas adalah luas gerak satu persen dian atau beberapa persen dian. Ada dua macam fleksibilitas yaitu fleksibilitas statis dan fleksibilitas dinamis. Pada fleksibilitas statis ditentukan oleh ukuran dari luas gerak (range motion) satu persen dian atau beberapa persen dian pada saat posisi badan dalam keadaan diam sedangkan fleksibilitas dinamis ditentukan oleh ukuran dari luas gerak (range motion) satu persen dian atau beberapa persen dian pada saat bergerak dengan kecepatan yang tinggi, artinya ukuran dari luas gerak (range motion) satu persen diam dan beberapa persen dian dapat diukur baik saat posisi badan dalam keadaan diam atau bergerak.

e.             Koordinasi.

Menurut Grana dan Kalenak dalam Sukadiyanto, koordinasi adalah kemampuan otot dalam mengontrol gerak dengan tepat agar dapat mencapai satu tugas fisik khusus. Lain halnya dengan Schmidt dalam Sukadiyanto, koordinasi adalah perpaduan gerak dari dua atau lebih persendian yang satu sama lainnya saling berkaitan dalam menghasilkan satu keterampilan gerak. Berdasarkan kedua pendapat tersebut maka indicator utama koordinasi adalah ketepatan dan gerak, artinya koordinasi adalah kemampuan otot-otot dan   dalam menghasilkan gerakan.[8]      Dari penjelasan di atas dapat diketahui bahwa unsur-unsur kemampuan motorik kasar antara lain: (a) Ketahanan (Endurance), (b) Kekuatan, (c) Kecepatan, (d) Fleksibilitas, dan (e) Koordinasi. 

2.1.3   Motorik Kasar

a.             Pengertian Motorik Kasar

Secara garis besar, pembelajaran motorik di sekolah meliputi pembelajaran motorik kasar dan halus. Menurut Decaprio motorik kasar adalah gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar atau sebagian besar otot yang ada dalam tubuh maupun seluruh anggota tubuh yang dipengaruhi oleh kematangan diri. Sedangkan pembelajaran motorik kasar yang diadakan di sekolah merupakan pembelajaran gerakan fisik yang membutuhkan keseimbangan dan koordinasi anggota tubuh, sebagian, atau seluruha nggota tubuh. Contohnya, berlari, berjalan, melompat, menendang, berlari dan lain-lain.[9]

Sedangkan menurut Rahyubi menyatakan bahwa aktivitas motorik kasar adalah keterampilan gerakan atau gerakan tubuh yang memakai otot-otot besar sebagai dasar utama gerakannya. Keterampilan motorik kasar meliputi pola lokomotor (gerakan yang menyebabkan perpindahan tempat) seperti berjalan, berlari, menendang, naik turun tangga, melompat, meloncat, dan sebagainya. Juga keterampilan menguasai bola seperti melempar, menendang, dan memantulkan bola.[10]

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa kegiatan motorik kasar adalah gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar atau sebagian besar otot untuk melakukan suatu aktivitas tubuh. Aktivitas motorik kasar misalnya: berlari, melompat, mendorong, melempar, menangkap, menendang dan lain sebagainya, kegiatan itu memerlukan dan menggunakan otot-otot besar pada tubuh seseorang.

b.             Keterampilan Motorik Kasar

Goodway, dkk., menjelaskan keterampilan gerak dasar adalah blok bangunan untuk kegiatan fisik masa depan dan olahraga dan gerakan setara dengan ABC dalam membaca keaksaraan. Keterampilan gerak dasar terdiri dari dua kelompok keterampilan termasuk alat gerak dan manipulasi keterampilan, seperti berlari, melompat, meluncur, berlari dan melompat-lompat, dengan kata lain seorang anak bergerak nya tubuhnya dari satu titik ke titik lain.

 

1)             Jalan

Untuk berjalan, perkembangan yang harus dikuatkan adalah keseimbangan dalam hal berdiri. Bila perkembangan jalan tidak dikembangkan dengan baik, anak mengalami gangguan keseimbangan. Anak jadi cenderung kurang percaya diri dan ia pun selalu menghindari aktivitas yang melibatkan keseimbangan seperti main ayunan, seluncuran, dan lainnya. Anak-anakdapat berjalan pada usiasekitar 12 bulan, tapi proses berjalan akan berkembang lebih halus sesuai mekanika gerakan. Kaki dan lengan secara berganti-ganti dan namun penempatan kaki masih kurang stabil tapi pola berjalan sudahefisien. Berjalan menjadi lebih otomatis, sehingga anak-anak bias berjalan dan berbicara atau berjalan sambil memanipulasi sesuatu di tangan mereka tangan.

2)             Lari

Lari adalah lanjutan keterampilanb erjalan, karakteristik lari permulaan adalah melalui gerak kaki, saat melayang kaki masih mempunyai limit jarak dengan gerakan. Ayunan tangan berlawanan antara kaki dan tangan. Ayunan tangan bekerjasama dengan rotasi badan, maju kedepan dan kebelakang dalam lari cepat


 

3)             Lompat

Kemampuan dasar yang harus dimiliki anak adalah keseimbangan yang baik, kemampuan koordinasi motorik perencanaan gerak. Anak-anak dapat melompat dalam bentuk yang simple sebelum berumur dua tahun. Melompat tersebut tugas di mana badan terdorong dari permukaan tanah bersama satu kaki atau dua kaki dari tanah setinggi dua kaki.

4)             Lempar

Perkembangan kemampuan melempar biasanya diukur dengan bola berbagai ukuran yang dilempar pada suatu jarak. Pada fase ini yang berperan adalah sensori keseimbangan, rasa sendi (proprioseptif), serta visual. Jika kemampuan melempar tidak dikembangkan dengan baik, anak akan bermasalah dengan aktivitas yang melibatkan gerak ekstrimitasatas (bahu, lengan bawah, tangan dan jari-jari tangan).

5)             Tangkap

Usaha awal anak-anak dalam menangkap sedikit menyerap gaya. Anak laki-laki dalam menangkap dengan menggunakan tangan dan lengan yang kaku. Bola ditangkap dengan dadanya dan tangan berfungsi sebagai pendukung.

2.1.4   Senam Kebugaran Jasmani

Senam meski pun sudah lama dikenal di Indonesia, tetapi pengenalan secara menyeluruh bar udimulaisekitartahuntujuhpuluhan, dengan diperkenalkannya senam pagi Indonesia. Senam ini dikemas secara indah dan pelaksanaanya diiringi musik, kemudian baru banyak bermunculan senam-senam yang lain salah satunya adalah senam kesegaran jasmani (SKJ’84) yang terus berinovasi sampai saat ini yang dikenal dengan SKJ 2012. Manfaat senam menurut Margonoyaitu:

a.         Untuk dapat memberikan ransangan yang diperlukan bagi pertumbuhan badan.

b.        Untuk mengembangkan cara bersikap dan bergerak dengan sewajarnya.

c.         Untuk memperbaiki dan mencegah pengaruh buruk di sekolah misalnya duduk dibangku terlalu lama.

d.        Untuk mempertebal rasa kebanggaan (dalam perlombaan-perlombaan antar bangsa).

e.         Memupuk keberanian dan kepercayaan diri.

f.          Meningkatkan rasa tanggung jawab terhadap kesehatan diri dan lingkungan.


 

Menururt pendapat Brick manfaat dari melakukan olahraga senam adalah sebagai berikut:

a.             Jantung

Menurut Brick dengan oksigen selama bergerak, otot membutuhkan oksigen untuk bekerja. Ketika beban otot meningkat, tubuh menanggapi dengan meningkatkan jumlah oksigen yang di kirim keplosok plosok otot-otot dari jantung.

b.             Kekuatan Otot

Otot harus di latih melebihi normalnya. Hal ini disebut prinsip beban lebih untuk memperkuat otot, dan melatih intensitas yang tinggi dalam waktu yang singkat, mempergunakan tenaga yang maksimum dan di ulang-ulang.

c.             Daya Tahan Otot

Otot merupakan salah satu alat yang digunakan untuk menggerakan anggot atubuh, sebagai daya penggerak aktivitas fisik diperlukan otot yang kuat, kekuatan otot juga dapat melindungi seseorang dari cidera saat beraktifitas gerak sehari-hari.

d.             Kelenturan

Kelenturan adalah gerakan yang berada di sekeliling sendi. Seperti peregangan akan membantu meningkatkan kelenturan dan sirkulasi darah kembali kejantung. Otot sifatnya seperti pita karet semakin kuat anda semakin elastis karet itu.

e.             Komposisi tubuh

Komposisi tubuh, yang menunjukan perbandingan kumpulan otot, tulang, dan cairan-cairan penting didalam tubuh yang dibandingkan dengan lemak.

Kebugaran jasmani merupakan kesanggupan dan kemampuan tubuh dalam melakukan penyesuaian (adaptasi) terdapat pembebasan fisik yang diberikan kepadanya tanpa menimbulkan kelelahan yang berlebihan.[11]Tubuh yang bugar sangat penting dalam menjaga aktifitas kehidupan sehari-hari serta terhindar dari berbagai penyakit. Namun, nilai kebugaran jasmani setiap orang berbeda sesuai dengan tugas tuntutan fisik masing-masing. Kebugaran jasmani adalah komponen yang dikelompokkan dengan kesehatan (Health Realated Physical Fitness) dan kelompok yang berhubungan dengan keterampilan (Skill Related Physical Fitness).[12]

Komponen yang berkaitan dengan kesehatan terdiri dari daya tahan jantung, paru-paru, komposisi tubuh, fleksibilitas, kekuatan dan daya tahan otot (muscular). Sedangkan komponen Kesegaran Jasmani yang berhubungan dengan keterampilan, yaitu kekuatan, kecepatan, kelincahan, koordinasi gerak, kecepatan reaksi dan keseimbangan. Untuk menjalankan aktifitas sehari-hari. Komponen-komponen kebugaran jasmani menurut Wiarto:[13]

a.             Komposisi tubuh

Komposisi tubuh adalah persentase (%) lemak dariberat badan total dan Indeks Masa Tubuh (IMT). Komposisi tubuh dapat di ukurdengan, skinfold alipers, IMT.

b.             Kelenturan atau fleksibilitas tubuh

Kelentukan adalah luas bidang gerak yang maksimal pada persendian, tanpa dipengaruhi oleh suatu paksaan atau tekanan.  

c.             Kelincahan

Merupakan kemampuan seseorang untuk dapat mengubah arah dengan cepat dan tepat pada waktu bergerak tanpa kehilangan keseimbangan.

d.             Kekuatan otot

Merupakan kontraksi maksimal yang dihasilkan otot, untuk membangkitkan tegangan terhadap suatu tahanan.

e.             Dayatahan jantung paru

Kemampuan jantung, paru dan pembuluh darah berfungsi secara optimal dalam mengambil O2 secaramaksimal (VO2 maks) dan menyalurkan keseluruh tubuh terutama jaringan aktif sehingga dapat digunkan dalam proses metabolism dalam tubuh.

 

f.              Kecepatan

Kecepatan adalah kemampuan untuk menempuh jarak tertentu dalam waktu yang seminimal mungkin.

g.             Daya tahan otot

Daya tahan otot merupakan kemampuan untuk kontraksi submaksimal secara berulang-ulang atau atau berkontraksi terus menerus dalam waktu tertentu. orang yang memiliki kesegaran jasmani adalah orang yang mampu menyelesaikan pekerjaan sehari-hari tanpa mengalami hambatan fisik yang berarti di samping itu dia masih mampu melaksanakan pekerjaan yang lain yang bersifat rekreasi.[14]

 

2.2         Penelitian Yang Relevan

Adapun menurut penelitian Sri Swarsti dalam naskah publikasi yang berjudul “Upaya Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Melalui Kegiatan Senam di Taman Kanak-Kanak 02 Karanglo Tahun Pelajaran 2012/2013”, Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa kegiatan senam terbukti dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar siswa TK 02 Karanglo. Berdasarkan keseluruhan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang berbunyi Kegiatan senam akan berdampak positif terhadap kemampuan motorik kasar anak di Taman Kanak-kanak 02 KarangloTawang mangu Karang anyar tahun pelajaran 2012/2013 telah terbukti kebenarannya.[15]

Begitu pula penelitian Irfah Aulaini Damanik dan Nurmaniah dalam jurnal yang berjudul “Pengaruh Senam Irama terhadap Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun di RA. Fastabiqul Khairat PTPN II KabupatenLangkat TA. 2016-2017, penelitian yang telahdilakukan di RA. Fastabiqul Khairat PTPN II Kab. Langkat” dapat dinyatakan bahwa senam irama dapat mengembangkan kemampuan motorik kasar dan dapat menumbukan semangat anak.[16]

Penelitian dari Setyaningrum (e-Jurnal kependidikan vol II no.8 Tahun 20130) dapat disimpulkan bahwa senam irama dapat meningkatkan keterampilan motorik kasar pada anak kelompok B di TK Dharma Wanita II Candimulyo.Keterampilan motorik kasar yang dapat ditingkatkan meliputi koordinasi lengan dan kaki serta kelenturan. Hal tersebut terlihat dari observasi kondisi awal motorik kasar anak kelompok B mencapai 47,58%, pada siklus I meningkat menjadi 70,63% dan pada siklus II meningkat menjadi 81,44%. Persamaan dengan penelitian ini adalah sama- sama menggunakan metode senam irama.

Penelitian Dewi Nawang Sasi (Jurnal Universitas Pendidikan Indonesia Edisi khusus, No.1, Tahun 2011), menunjukkan bahwa melalui senam irama dapat meningkatkan kemampuan gerak dasar yang meliputi berjalan, berlari, melompat, memutar dan membungkuk, dan kognitif yang meliputi memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari, mengenal konsep bilangan, mengenal pola, mengenal konsep ruang dan mengenal ukuran, secara bertahap setiap siklusnya.

Penelitian dari Fitri Nurul Ihsani (2013) terbukti bahwa senam irama berpengaruh secara signifikan terhadap perkembangan motorik kasar anak kelompok B di TK Al-Fitroh Surabaya. Dengan melakukan senam irama, anak dapat bergerak dan mengkombinasikan tangan dan kaki dengan irama musik yang ada. Hal ini akan meningkatkan otot- .otot kasar pada anak sehingga kemampuan motorik kasar pada anak meningkat.

Hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa senam kebugaran jasmani memiliki efek yang baik dalam mengotimalkan kemampuan motorik kasar anak usia dini sehingga perkembangan yang diinginkan dapat tercapai seperti yang diharapkan, begitu pula dengan penelitian yang akan dilakukan pada TK DARMA WANITA Montong Baan dapat berkembang seperti penelitian di atas.

2.3        

Permasalahan:

Kemampuan Motorik (motorik kasar)

Strategi:

Meningkatkan Motorik kasar Melalui senanam

Pengaruh senam terhadap peningkatan motorik kasar

Kerangka Berfikir

Analisis Data

-          Uji Normalitas

-          Uji Homogenitas

-          Uji Hipotesis

Terdapat pengaruh senam SKJ terhadap peningkatan Motorik Kasar

 

 

 

 

 

 


(Tabel No.1)

Pada penelitian ini, permasalahan yang dialami adalah kemampuan motorik kasar, maka strategi yang harus dilakukan adalah meningkatkan motorik kasar melalui senam kebugaran jasmani (SKJ). Dengan melakukan senam kebugaran jasmani dapat kita analisis data: uji normalitas, uji homogenitas dan uji hopotesis.

Dengan adanya analisis data yang kita dapatkan maka terdapat pengaruh yang dihasilkan dari senam kebugaran jasmani (SKJ) peningkatan motorik kasar.

 

2.4         Hipotesis

Hipotesis adalah dugaan yang merupakan jawaban sementara dari masalah yang akan diuji kebenarannya. Hipotesis akan diterima apabila hasil penelitian akan membenarkan pernyataan tersebut. Berdasarkan diskripsi teori di atas dan dari penelitian lain yang serupa dengan judul yang diangkat oleh peneliti, maka dapat penulis rumuskan hipotesis bahwa “Ada Pengaruh Senam Kebugaran Jasmani Memiliki Efek Yang Baik Dalam Mengomptimalkan Kemampuan Motorik Kasar Pada Anak Usia Dini”.

Berdasarkan pengertian hipotesis di atas, maka hipotesis yang diajukan

adalah:

1.             Ho : Tidak Terdapat pengaruh senam kebugaran jasmani terhadap perkembangan motorik kasar anak usia 5- 6 tahun di TK DARMA WANITA Montong Baan.

2.             Ha : Terdapat pengaruh terhadap perkembangan motorik kasar anak usia 5- 6 tahun di TK DARMA WANITA Montong Baan.


selengkapnya silahkan download DISINI

1 comments:

Post a Comment