BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Pendidikan Anak Usia Dini merupakan
suatu jenjang pendidikan yang berfungsi untuk mengembangkan setiap kemampuan
anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun dengan menciptakan suasana
pembelajaran yang aktif, menarik, dan menyenangkan. Mengajarkan pembiasaan-
pembiasaan yang akan berproses menjadi pembentukan perilaku yang nantinya akan
berguna bagi kehidupan anak dikemudian hari.
Masa anak usia dini adalah masa
dimana perkembangan fisik dan kemampuan anak berlangsung dengan sangat
cepat tentunya dengan memberikan rangsangan dan
latihan yang tepat untuk anak, salah satu perkembangan yang pada diri anak usia dini adalah perkembangan motoriknya. Banyak ahli mengatakan bahwa perkembangan motorik anak berhubungan dengan perkembangan kemampuan anak lainnya seperti perkembangan kognitif dan social emosional anak yang menentukan akan menjadi apa anak tersebut. Oleh sebab itu guru perlu mengembangkan kemampuan motorik anak tersebut agar anak dapat tumbuh dengan baik.
Menurut UU No. 20 tahun 2003,
Pendidikan Anak Usia dini (PAUD) adalah suatu upaya pembinaan yang ditunjukan
kepada anak sejak lahir sampai usia enam tahuh yang dilakukan melalui pemberian
rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan
rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
Pendidikan Anak Usia dini dapat dilakukan melalui jalur pendidikan formal, non
formal maupun informal misalnya TK, KB, TPA, POS PAUD, dan lembaga lain yang
sederajat. Melalui program pendidikan anak usia dini diharapkan dapat
memfasilitasi perkembangan anak secara optimal.
Menurut Peraturan Mentri
Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor 137 tahun 2013 ada enam aspek yang
harus dikembangkan adalah (1)
nilai moral dan agama (2) fisik motorik (3) kognitif (4) bahasa (5) social emosional (6)
seni.
PERMENDIKBUD Nomor 146 Tahun 2014
pasal 5 menjelaskan bahwa struktur kurikulum PAUD memuat program-program
pengembangan. Pertama, program pengembangan nilai agama dan moral mencakup
peruwudan suasana belajar untuk berkembangnya perilaku baik yang bersumber dari
nilai agama dan moral serta bersumber
dari kehidupan bermasyarakat dalam konteks bermain.
Kedua, program pengembangan
fisik-motorik mencakup perwujudan suasana untuk berkembangnya kematangan
kinestestik dalam konteks bermain. Ketiga, program pengembangan kognitif
mencakup perwujudan suasana untuk berkembangnya kematangan proses berpikir
dalam konteks bermain.
Menurut Decaprio
motorik kasar adalah gerakan tubuh yang yang menggunakan otot-otot besar atau sebagian
besar otot yang ada dalam tubuh maupun bagian seluruh anggota tubuh yang
dipengaruhi oleh kematangan tubuh.[1]
Adapun Menurut Gardner dalam Sujiono, motorik kasar melibatkan aktifitas otot tangan, kaki,
dan seluruh tubuh anak. Gerakan ini mengandalkan kematangan dalam koordinasi, sehingga dengan berbagai gerakan motorik kasar yang dicapaiakan berguna bagi kehidupannya kelak.[2]
Adapun menurut penelitian Sri
Swarsti, berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa kegiatan senam terbukti dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar siswa TK 02 Karanglo. Berdasarkan keseluruhan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang
berbunyi “Kegiatan senam akan berdampak positif terhadap kemampuan motorik kasar anak di Taman Kanak-kanak 02 Karang lo Tawangmangu Karang anyar tahun pelajaran
2012/2013” telah terbukti kebenarannya.[3]
Sejalan dengan
penelitian di atas, berdasarkan hasil observasi awal di TK DARMA WANITA Montong
Baan ternyata kegiatan senam kebugaran bagi peserta didik masih kurang maksimal dilakukan baik dari sisi kuantitas maupun
kuwalitas, kita
menyadari bahwasanya setiap unsur gerakan variatif pada senam kebugaran adalah
upaya sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan
motorik kasar anak, namun, disatu sisi ironis dan menjadi tantangan bagi sekolah dan tenaga pendidiknya dan para orang
tua murid. Persoalan klasiknya adalah senam kebugaran jasmani yang sama selalu diputar
setiap hari dan jarangnya pergantian senam membuat anak merasa bosan dan malas
untuk bergerak mengikuti irama serta intruksi dari pendidik dan lebih memilih untuk
bermain bersama temannya karena anak merasa lebih menyenangkan untuk bermain dari
pada mengikuti senam sehingga perkembangan motorik anak melalui senam belum mampu
berkembang secara optimal. Dari
permasalahan di atas maka peneliti mengambil judul PENGARUH SENAM KEBUGARAN JASMANI DALAM
MENGOMPTIMALKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR PADA ANAK USIA DINI.
1.2
Identifikasi Masalah
1.
Keterampilan motorik kasar anak usia dini kurang dikembangkan
oleh orang tua, dan guru di sekolah.
2.
Koordinasi mata, otot-otot tangan dan
otot-otot kaki anak masih lemah.
3.
Keterampilan motorik kasar anak belum berkembang secara optimal.
4.
Kurangnya pengetahuan
guru tentang motorik kasaranak
5.
Kurangnya pengetahuan
guru dan orang tua tentang pentingnya suatu permainan untuk perkembangan anak
6.
Anak kurang tertarik dengan gerakan senam
yang monoton
1.3
Batasan Masalah
Mengingat banyaknya faktor yang
mempengaruhi motorik kasar anak dan keterbatasan waktu dan kemampuan peneliti, maka penelitian ini dibatasi masalah sebagai berikut:
1.
Objek pada penelitian ini adalah siswa laki-laki TK DARMA WANITA
Montong Baan
2.
Faktor yang diteliti adalah kemampuan motorik kasar anak usia dini
3.
Senam kebugaran jasmani
1.4
Rumusan Masalah
Dari uraian latar belakang di
atas, maka rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimanakah Pengaruh Senam Kebugaran Jasmani dalam Mengomptimalkan Kemampuan Motorik Kasar Pada Anak Usia Dini?
1.5
Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari
penelitian ini adalah mengetahui berapa besar Pengaruh senam kebugaran jasmani dalam mengoptimalkan kemampuan motorik
kasar pada anak usia dini.
1.6
Manfaat Penelitian
Adapun penelitian
ini diharapkan bermanfaat seperti yang dijelaskan dibawah ini;
1.
Manfaat akademis
Sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan
studi pada program studi pendidikan islam anak usia dini di STITNU Al-Mahsuni
Lombok Timur.
2.
Manfaat teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah
informasi ilmiah untuk menambah teori-teori tentang mengoptimalkan kemampuan
motorik kasar anak melalui pengaruh senam kebugaran jasmani pada anak usia
dini, khususnya dalam bidang penelitian sejenis dimasa yang akan datang.
3.
Manfaat praktis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan
sebagai bahan pertimbangan bagi TK DARMA WANITA Montong Baan dalam
mengoptimalkan keterampilan motorik kasar pada anak usia dini.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1
Kajian Teori
2.1.1
Kemampuan Motorik
Definisi Kemampuan Motorik Wardiman (2010:1) mengemukakan bahwa perkembangan motorik kasar adalah proses tumbuh kembang kemampuan gerak seorang anak. Pada dasarnya, perkembangan ini berkembang sejalan dengn kematangan saraf dan otot anak. Sehingga,
setiap gerakan sesederhana apapun, adalah merupakan hasil pola interaksi yang
kompleks dari berbagai bagian dan
system dalam tubuh yang dikontrol oleh otak.[4]
Faktor-Faktor
yang Mempengaruhi Perkembangan Motorik Anak, Perkembangan motorik anak usia dini perlu mendapatkan perhatian khusus dari guru. Hal ini perlu dilakukan agar anak dapat berkembang dengan baik sesuai dengan yang diharapkan. Erni (2012:2) mengemukakan bahwa ada banyak factor perlu diperhatikan karena mempengaruhi penguasaan keterampilan motorik pada
anak. Selain factor kematangan alat- alat tubuh, hal yang tidak kalah penting adalah factor latihan dan pengalaman. Anak-anak usia pra sekolah terkadang masih membutuhkan dukungan dan
dorongan untuk mengembangkan
rasa percaya diri dan kemampuan melakukan kegiatan fisik.[5] Wardiman
(2010:1) mengemukakan bahwa perkembangan motorik kasar adalah proses tumbuh kembang kemampuan gerak seorang anak. Pada dasarnya, perkembangan ini berkembang sejalan dengan kematangan saraf dan otot anak. Sehingga,
setiap gerakan sesederhana apapun, adalah merupakan hasil pola interaksi yang
kompleks dari berbagai bagian dan
system dalam tubuh yang dikontrol oleh otak.
Berdasarkan beberapa pandangan ahli, dapat diambil kesimpulan bahwa kemampuan
motorik adalah kemampuan unjuk kerja/tampilan seseorang yang dipengaruhi oleh factor
kekuatan, kecepatan, dayatahan dan koordinasi, dengan demikian akan lebih mempermudah
dalam melakukan keterampilan gerak.
2.1.2
Unsur-unsur Kemampuan Motorik
Menurut Odey kemampuan motorik kasar dipengaruh oleh
beberapa unsur-unsur yaitu koordinasi,
keseimbangan, ketangkasan, kelincahan, dan kecepatan.[6]
Lain halnya menurut Bompa dalam Sukadiyanto, bahwa unsur-unsur dalam melakukan aktivitas gerak selalu mengandung unsure kekuatan, ketahanan, kecepatan, koordinasi, dan fleksibilitas.[7] Penjelasan unsur-unsur dalam melakukan aktivitas gerakyaitu:
a.
Ketahanan (Endurance).
Definisi ketahanan ditinjau dari kerja otot adalah kemampuan kerja otot dalam jangka waktu tertentu sedangkan definisi ketahanan ditinjau dari system energy adalah kemampuan kerja organ-organ tubuh dalam jangka waktu tertentu. Definisi ketahanan yang digunakan jika ditinjau dari kerja otot, artinya daya tahan merupakan kemampuan kerja otot dalam jangka waktu yang relatif lama.
b.
Kekuatan.
Definisi kekuatan secara umum adalah kemampuan otot atau sekelompok otot untuk mengatasi beban atau tahanan, artinya kekuatan merupakan kemampuan otot-otot dalam mengatasi beban selama melakukan aktivitas. Perlu adanya latihan kekuatan dengan tujuan untuk mengurangi terjadinya cidera otot saat melakukan aktivitas.
c.
Kecepatan.
Definisi kecepatan adalah kemampuan untuk melakukan gerak atau serangkaian gerak secepat mungkin sebagai jawaban terhadap rangsang, artinya agar seseorang dapat bergerak cepat maka tergantung pada seberapa cepat reaksi saat awal gerak.
d.
Fleksibilitas.
Definisi fleksibilitas adalah luas gerak satu persen dian atau beberapa persen dian. Ada dua macam fleksibilitas yaitu fleksibilitas statis dan fleksibilitas dinamis. Pada
fleksibilitas statis ditentukan oleh ukuran dari luas gerak (range motion) satu persen dian atau beberapa persen dian pada saat posisi badan dalam keadaan diam sedangkan fleksibilitas dinamis ditentukan oleh ukuran dari luas gerak (range motion) satu persen dian atau beberapa persen dian pada saat bergerak dengan kecepatan yang tinggi, artinya ukuran dari luas gerak (range motion) satu persen diam dan beberapa persen dian dapat diukur baik saat posisi badan dalam keadaan diam atau bergerak.
e.
Koordinasi.
Menurut Grana dan Kalenak dalam Sukadiyanto, koordinasi adalah kemampuan otot dalam mengontrol gerak dengan tepat agar dapat mencapai satu tugas fisik khusus. Lain halnya dengan Schmidt dalam Sukadiyanto, koordinasi adalah perpaduan gerak dari dua atau lebih persendian yang satu sama lainnya saling berkaitan dalam menghasilkan satu keterampilan gerak. Berdasarkan kedua pendapat tersebut maka indicator utama koordinasi adalah ketepatan dan gerak, artinya koordinasi adalah kemampuan otot-otot dan dalam menghasilkan gerakan.[8] Dari penjelasan di atas dapat diketahui bahwa unsur-unsur kemampuan motorik kasar antara lain:
(a) Ketahanan (Endurance), (b) Kekuatan, (c) Kecepatan, (d)
Fleksibilitas, dan (e) Koordinasi.
2.1.3
Motorik Kasar
a.
Pengertian Motorik Kasar
Secara garis besar, pembelajaran motorik di sekolah meliputi pembelajaran motorik kasar dan halus. Menurut Decaprio motorik kasar adalah gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar atau sebagian besar otot yang ada dalam tubuh maupun seluruh anggota tubuh yang dipengaruhi oleh kematangan diri. Sedangkan pembelajaran motorik kasar yang
diadakan di sekolah merupakan pembelajaran gerakan fisik yang membutuhkan keseimbangan dan koordinasi anggota tubuh, sebagian, atau seluruha nggota tubuh. Contohnya, berlari, berjalan, melompat, menendang, berlari
dan lain-lain.[9]
Sedangkan menurut Rahyubi menyatakan bahwa aktivitas motorik kasar adalah keterampilan gerakan atau gerakan tubuh yang memakai otot-otot besar sebagai dasar utama gerakannya. Keterampilan motorik kasar meliputi pola lokomotor (gerakan yang menyebabkan perpindahan tempat) seperti berjalan,
berlari, menendang, naik turun tangga, melompat, meloncat, dan sebagainya. Juga keterampilan menguasai bola
seperti melempar,
menendang, dan memantulkan bola.[10]
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa kegiatan motorik kasar adalah gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar atau sebagian besar otot untuk melakukan suatu aktivitas tubuh. Aktivitas motorik kasar misalnya: berlari, melompat, mendorong, melempar, menangkap,
menendang dan lain sebagainya, kegiatan itu memerlukan dan menggunakan otot-otot besar pada tubuh seseorang.
b.
Keterampilan Motorik Kasar
Goodway, dkk., menjelaskan keterampilan gerak dasar adalah blok bangunan untuk kegiatan fisik masa depan dan olahraga dan gerakan setara dengan ABC
dalam membaca keaksaraan.
Keterampilan gerak dasar terdiri dari dua kelompok keterampilan termasuk alat gerak dan manipulasi keterampilan, seperti berlari, melompat, meluncur, berlari dan melompat-lompat, dengan
kata lain seorang anak bergerak nya tubuhnya dari satu titik ke titik lain.
1)
Jalan
Untuk berjalan, perkembangan yang harus dikuatkan adalah keseimbangan dalam hal berdiri. Bila perkembangan jalan tidak dikembangkan dengan baik, anak mengalami gangguan keseimbangan.
Anak jadi cenderung kurang percaya diri dan ia pun selalu menghindari aktivitas yang melibatkan keseimbangan seperti main ayunan, seluncuran, dan lainnya. Anak-anakdapat berjalan pada
usiasekitar 12 bulan, tapi proses berjalan akan berkembang lebih halus sesuai mekanika
gerakan. Kaki dan lengan secara berganti-ganti dan namun penempatan kaki masih kurang stabil tapi pola berjalan sudahefisien. Berjalan menjadi lebih otomatis, sehingga anak-anak bias berjalan dan berbicara atau berjalan sambil memanipulasi sesuatu di tangan mereka tangan.
2)
Lari
Lari adalah lanjutan keterampilanb erjalan, karakteristik lari permulaan adalah melalui gerak kaki, saat melayang kaki masih mempunyai limit jarak dengan gerakan. Ayunan tangan berlawanan antara kaki dan tangan. Ayunan tangan bekerjasama dengan rotasi badan, maju kedepan dan kebelakang dalam lari cepat
3)
Lompat
Kemampuan dasar yang harus dimiliki anak adalah keseimbangan yang baik, kemampuan koordinasi motorik perencanaan gerak.
Anak-anak dapat melompat dalam bentuk yang simple sebelum berumur dua tahun. Melompat tersebut tugas di mana badan terdorong dari permukaan tanah bersama satu kaki atau dua kaki dari tanah setinggi dua kaki.
4)
Lempar
Perkembangan kemampuan melempar biasanya diukur dengan bola berbagai ukuran yang dilempar pada suatu jarak. Pada fase ini yang berperan adalah sensori keseimbangan, rasa sendi (proprioseptif), serta visual. Jika
kemampuan melempar tidak dikembangkan dengan baik, anak akan bermasalah dengan aktivitas yang melibatkan gerak ekstrimitasatas (bahu, lengan bawah, tangan dan jari-jari tangan).
5)
Tangkap
Usaha awal anak-anak dalam menangkap sedikit menyerap gaya. Anak laki-laki dalam menangkap dengan menggunakan tangan dan lengan yang kaku. Bola ditangkap dengan dadanya dan
tangan berfungsi sebagai pendukung.
2.1.4
Senam Kebugaran Jasmani
Senam meski pun sudah lama dikenal di Indonesia, tetapi pengenalan secara menyeluruh bar udimulaisekitartahuntujuhpuluhan,
dengan diperkenalkannya
senam pagi Indonesia. Senam ini dikemas secara indah dan pelaksanaanya diiringi musik, kemudian baru
banyak bermunculan senam-senam yang lain salah satunya adalah senam kesegaran jasmani
(SKJ’84) yang terus berinovasi sampai saat ini yang dikenal dengan SKJ 2012.
Manfaat senam menurut Margonoyaitu:
a.
Untuk dapat memberikan ransangan
yang diperlukan bagi pertumbuhan badan.
b.
Untuk mengembangkan cara bersikap
dan bergerak dengan sewajarnya.
c.
Untuk memperbaiki dan mencegah pengaruh
buruk di sekolah misalnya duduk dibangku terlalu lama.
d.
Untuk mempertebal rasa kebanggaan
(dalam perlombaan-perlombaan antar bangsa).
e.
Memupuk keberanian dan kepercayaan diri.
f.
Meningkatkan rasa tanggung jawab terhadap
kesehatan diri dan lingkungan.
Menururt pendapat Brick manfaat dari melakukan olahraga senam
adalah sebagai berikut:
a.
Jantung
Menurut Brick dengan oksigen selama bergerak, otot membutuhkan oksigen
untuk bekerja. Ketika beban otot meningkat, tubuh menanggapi dengan meningkatkan
jumlah oksigen yang di kirim keplosok plosok otot-otot dari jantung.
b.
Kekuatan Otot
Otot harus di latih melebihi normalnya. Hal ini disebut prinsip beban
lebih untuk memperkuat otot, dan melatih intensitas yang tinggi dalam waktu
yang singkat, mempergunakan tenaga yang maksimum dan di ulang-ulang.
c.
Daya Tahan Otot
Otot merupakan salah satu alat yang digunakan untuk menggerakan anggot
atubuh, sebagai daya penggerak aktivitas fisik diperlukan otot yang kuat,
kekuatan otot juga dapat melindungi seseorang dari cidera saat beraktifitas gerak
sehari-hari.
d.
Kelenturan
Kelenturan adalah gerakan yang berada di sekeliling sendi. Seperti peregangan
akan membantu meningkatkan kelenturan dan sirkulasi darah kembali kejantung.
Otot sifatnya seperti pita karet semakin kuat anda semakin elastis karet itu.
e.
Komposisi tubuh
Komposisi tubuh, yang menunjukan perbandingan kumpulan otot,
tulang, dan cairan-cairan penting didalam tubuh yang dibandingkan dengan lemak.
Kebugaran jasmani merupakan kesanggupan
dan kemampuan tubuh dalam melakukan penyesuaian (adaptasi) terdapat pembebasan fisik
yang diberikan kepadanya tanpa menimbulkan kelelahan yang berlebihan.[11]Tubuh
yang bugar sangat penting dalam menjaga aktifitas kehidupan sehari-hari serta terhindar
dari berbagai penyakit. Namun, nilai kebugaran jasmani setiap orang berbeda sesuai
dengan tugas tuntutan fisik masing-masing. Kebugaran jasmani adalah komponen
yang dikelompokkan dengan kesehatan (Health Realated Physical Fitness)
dan kelompok yang berhubungan dengan keterampilan (Skill Related Physical
Fitness).[12]
Komponen yang berkaitan dengan kesehatan
terdiri dari daya tahan jantung, paru-paru, komposisi tubuh, fleksibilitas,
kekuatan dan daya tahan otot (muscular). Sedangkan komponen Kesegaran Jasmani
yang berhubungan dengan keterampilan, yaitu kekuatan, kecepatan, kelincahan,
koordinasi gerak, kecepatan reaksi dan keseimbangan. Untuk menjalankan aktifitas
sehari-hari. Komponen-komponen kebugaran jasmani menurut Wiarto:[13]
a.
Komposisi tubuh
Komposisi tubuh adalah persentase (%) lemak dariberat badan total
dan Indeks Masa Tubuh (IMT). Komposisi tubuh dapat di ukurdengan, skinfold
alipers, IMT.
b.
Kelenturan atau fleksibilitas tubuh
Kelentukan adalah luas bidang gerak yang maksimal pada persendian,
tanpa dipengaruhi oleh suatu paksaan atau tekanan.
c.
Kelincahan
Merupakan kemampuan seseorang untuk dapat mengubah arah dengan cepat
dan tepat pada waktu bergerak tanpa kehilangan keseimbangan.
d.
Kekuatan otot
Merupakan kontraksi maksimal yang dihasilkan otot, untuk membangkitkan
tegangan terhadap suatu tahanan.
e.
Dayatahan jantung paru
Kemampuan jantung, paru dan pembuluh darah berfungsi secara optimal
dalam mengambil O2 secaramaksimal (VO2 maks) dan menyalurkan keseluruh
tubuh terutama jaringan aktif sehingga dapat digunkan dalam proses metabolism dalam
tubuh.
f.
Kecepatan
Kecepatan adalah kemampuan untuk menempuh jarak tertentu dalam waktu
yang seminimal mungkin.
g.
Daya tahan otot
Daya tahan otot merupakan kemampuan untuk kontraksi submaksimal secara
berulang-ulang atau atau berkontraksi terus menerus dalam waktu tertentu. orang
yang memiliki kesegaran jasmani adalah orang yang mampu menyelesaikan pekerjaan
sehari-hari tanpa mengalami hambatan fisik yang berarti di samping itu dia masih
mampu melaksanakan pekerjaan yang lain yang bersifat rekreasi.[14]
2.2
Penelitian Yang Relevan
Adapun menurut penelitian Sri
Swarsti dalam naskah publikasi yang berjudul “Upaya Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Melalui Kegiatan Senam di Taman
Kanak-Kanak 02 Karanglo Tahun Pelajaran 2012/2013”, Berdasarkan hasil penelitian yang
telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa kegiatan senam
terbukti dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar siswa TK 02
Karanglo. Berdasarkan keseluruhan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang berbunyi Kegiatan senam akan berdampak positif terhadap kemampuan motorik kasar anak di Taman Kanak-kanak 02 KarangloTawang mangu Karang anyar tahun pelajaran
2012/2013 telah terbukti kebenarannya.[15]
Begitu pula penelitian Irfah Aulaini Damanik dan
Nurmaniah dalam jurnal yang berjudul “Pengaruh Senam Irama terhadap Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia
5-6 Tahun di RA. Fastabiqul Khairat PTPN II KabupatenLangkat TA. 2016-2017, penelitian yang
telahdilakukan di RA. Fastabiqul Khairat PTPN II Kab. Langkat” dapat dinyatakan bahwa senam
irama dapat mengembangkan kemampuan motorik kasar dan dapat menumbukan semangat anak.[16]
Penelitian dari Setyaningrum
(e-Jurnal kependidikan vol II no.8 Tahun 20130) dapat disimpulkan bahwa senam
irama dapat meningkatkan keterampilan motorik kasar pada anak kelompok B di TK
Dharma Wanita II Candimulyo.Keterampilan motorik kasar yang dapat ditingkatkan
meliputi koordinasi lengan dan kaki serta kelenturan. Hal tersebut terlihat
dari observasi kondisi awal motorik kasar anak kelompok B mencapai 47,58%, pada
siklus I meningkat menjadi 70,63% dan pada siklus II meningkat menjadi 81,44%. Persamaan
dengan penelitian ini adalah sama- sama menggunakan metode senam irama.
Penelitian Dewi Nawang Sasi (Jurnal
Universitas Pendidikan Indonesia Edisi khusus, No.1, Tahun 2011), menunjukkan
bahwa melalui senam irama dapat meningkatkan kemampuan gerak dasar yang meliputi
berjalan, berlari, melompat, memutar dan membungkuk, dan kognitif yang meliputi
memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari, mengenal konsep
bilangan, mengenal pola, mengenal konsep ruang dan mengenal ukuran, secara
bertahap setiap siklusnya.
Penelitian dari Fitri Nurul Ihsani
(2013) terbukti bahwa senam irama berpengaruh secara signifikan terhadap
perkembangan motorik kasar anak kelompok B di TK Al-Fitroh Surabaya. Dengan
melakukan senam irama, anak dapat bergerak dan mengkombinasikan tangan dan kaki
dengan irama musik yang ada. Hal ini akan meningkatkan otot- .otot kasar pada
anak sehingga kemampuan motorik kasar pada anak meningkat.
Hasil penelitian di atas dapat disimpulkan
bahwa senam kebugaran jasmani memiliki efek yang baik dalam mengotimalkan kemampuan motorik kasar anak usia dini sehingga perkembangan yang diinginkan dapat tercapai seperti yang diharapkan, begitu pula dengan penelitian yang akan dilakukan pada TK DARMA WANITA Montong Baan dapat berkembang seperti penelitian di
atas.
2.3
Permasalahan: Kemampuan
Motorik (motorik kasar) Strategi: Meningkatkan
Motorik kasar Melalui senanam Pengaruh
senam terhadap peningkatan motorik kasar
Analisis
Data -
Uji
Normalitas -
Uji
Homogenitas -
Uji
Hipotesis Terdapat
pengaruh senam SKJ terhadap peningkatan Motorik Kasar
(Tabel No.1)
Pada penelitian ini, permasalahan
yang dialami adalah kemampuan motorik kasar, maka strategi yang harus dilakukan
adalah meningkatkan motorik kasar melalui senam kebugaran jasmani (SKJ). Dengan
melakukan senam kebugaran jasmani dapat kita analisis data: uji normalitas, uji
homogenitas dan uji hopotesis.
Dengan adanya analisis data yang
kita dapatkan maka terdapat pengaruh yang dihasilkan dari senam kebugaran
jasmani (SKJ) peningkatan motorik kasar.
2.4
Hipotesis
Hipotesis adalah dugaan yang
merupakan jawaban sementara dari masalah yang akan diuji kebenarannya. Hipotesis akan diterima apabila hasil penelitian akan membenarkan pernyataan tersebut. Berdasarkan diskripsi teori di atas dan dari penelitian lain yang serupa dengan judul yang diangkat oleh peneliti, maka dapat penulis rumuskan hipotesis bahwa “Ada Pengaruh Senam
Kebugaran Jasmani Memiliki Efek Yang Baik Dalam Mengomptimalkan Kemampuan Motorik Kasar Pada Anak Usia Dini”.
Berdasarkan pengertian
hipotesis di atas, maka hipotesis yang diajukan
adalah:
1.
Ho : Tidak Terdapat
pengaruh senam kebugaran jasmani terhadap perkembangan motorik kasar anak usia 5- 6 tahun di TK DARMA WANITA Montong Baan.
2. Ha : Terdapat pengaruh terhadap perkembangan motorik kasar anak usia 5- 6 tahun di TK DARMA WANITA Montong Baan.
selengkapnya silahkan download DISINI
1 comments:
https://saglamproxy.com
metin2 proxy
proxy satın al
knight online proxy
mobil proxy satın al
5TPGYO
Post a Comment